Pulau Veyranta
Pulau Veyranta
Pulau Veyranta adalah pulau pusat Tavaru dan menjadi jantung pemerintahan negara tersebut. Pulau ini tidak dikenal sebagai wilayah terluas atau paling kaya sumber daya alam, melainkan sebagai pusat administrasi, diplomasi, pendidikan tinggi, pertahanan, pelabuhan, riset Arka, dan penghubung utama antarpulau Tavaru.
Karena letaknya berada di jalur tengah kepulauan Tavaru, Veyranta berkembang menjadi pulau yang padat, tertata, dan strategis. Penduduk dari berbagai wilayah Tavaru datang ke pulau ini untuk bekerja, belajar, berdagang, menjadi pegawai pemerintahan, mengikuti pelatihan Arka, bergabung dengan Serikat, bertugas di Militer Nasional, atau mencari perlindungan di wilayah pusat yang dianggap lebih aman.
Meski menjadi pusat negara, Veyranta bukan pulau yang seluruh daratannya tertutup kota. Sejak era rekonstruksi setelah perang besar, tata kota Veyranta diatur dengan prinsip pemadatan wilayah. Banyak penduduk tinggal di gedung bertingkat, blok hunian vertikal, apartemen rakyat, kompleks pekerja, asrama, menara hunian, dan distrik kota terstruktur. Rumah satuan masih ada, tetapi lebih umum ditemukan di wilayah menengah ke bawah, desa lama, pesisir, pinggiran kota, dan kawasan yang belum sepenuhnya mengikuti tata kota modern.
Karena sistem tata ruang tersebut, Veyranta tetap memiliki dataran terbuka, hutan rimba, zona penyangga, wilayah pertanian, kawasan militer, jalur evakuasi, desa lama, dan ruang kosong antardistrik. Setelah Sangkala Purba, sebagian wilayah itu berubah menjadi reruntuhan kota, zona monster, desa terbengkalai, pos militer rusak, hutan Arka, dan wilayah yang sulit dipetakan.
Karakter Umum Pulau
Veyranta adalah pulau pusat yang memiliki kontras kuat antara wilayah maju dan wilayah rusak.
Di satu sisi, Avarenya Raya masih menjadi pusat pemerintahan dan simbol kekuatan Tavaru. Liorvane tetap menjadi wilayah pendidikan dan riset. Orvathar masih menjadi benteng pertahanan utara. Teluk Navira tetap menjadi gerbang laut utama, meskipun laut semakin berbahaya.
Di sisi lain, banyak wilayah Veyranta tidak lagi sepenuhnya stabil. Beberapa distrik luar Avarenya rusak berat, jalur kota lama terputus, sebagian desa Saralun ditinggalkan, kawasan industri Marnaka menyimpan gudang mati, wilayah pesisir Valmora terancam monster laut, dan Rimba Elarun berkembang menjadi hutan rimba luas yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.
Veyranta bukan hanya pusat negara, tetapi juga gambaran perubahan Terra setelah Sangkala Purba. Di pulau ini, sisa dunia lama, sistem pemerintahan, kekuatan militer, Serikat, Arka, monster, reruntuhan, dan ras lain mulai bertemu dalam satu ruang yang sama.
Kondisi Setelah Sangkala Purba
Setelah Sangkala Purba, wajah Veyranta berubah besar.
Banyak kota mengalami kerusakan. Sebagian distrik runtuh. Beberapa desa ditinggalkan. Kawasan industri tertentu berhenti beroperasi. Jalur transportasi lama putus. Sebagian pelabuhan tidak lagi aman. Beberapa pangkalan militer berubah fungsi menjadi pos pertahanan darurat. Banyak wilayah pinggiran dikosongkan untuk menjadi zona penyangga antara permukiman manusia dan wilayah monster.
Namun, Veyranta tidak sepenuhnya runtuh. Sebagai pulau pusat Tavaru, wilayah ini dipertahankan dengan keras oleh pemerintah, Militer Nasional, KGT, Serikat, dan masyarakat yang masih bertahan. Karena itu, Veyranta menjadi pulau dengan lapisan wilayah yang kompleks.
Lapisan utama Veyranta setelah Sangkala Purba adalah:
- Wilayah pusat yang masih aktif.
- Wilayah kota luar yang rusak sebagian.
- Wilayah reruntuhan kota dan distrik mati.
- Wilayah pertahanan dan pangkalan militer.
- Wilayah pertanian dan desa yang bertahan.
- Wilayah desa terbengkalai.
- Wilayah dataran terbuka dan zona evakuasi.
- Wilayah hutan rimba dan zona Arka.
- Wilayah pesisir yang terancam monster laut.
- Wilayah tidak stabil yang diawasi Serikat dan Militer Nasional.
Prinsip Tata Wilayah
Veyranta memiliki populasi besar, tetapi populasi itu tidak tersebar merata di seluruh daratan.
Sebagian besar penduduk tinggal di wilayah padat dan vertikal. Gedung bertingkat, apartemen, menara hunian, kompleks pekerja, blok kota, dan asrama besar menjadi bentuk hunian umum di wilayah pusat.
Sementara itu, tanah luas di luar pusat kota tidak selalu dijadikan permukiman. Banyak lahan dipertahankan sebagai:
- Zona hijau.
- Dataran latihan.
- Wilayah pertanian.
- Jalur evakuasi.
- Kawasan militer.
- Hutan lindung.
- Zona penyangga antarkawasan.
- Lahan cadangan negara.
- Wilayah pemantauan Arka.
- Daerah terbuka untuk mengurangi kepadatan kota.
Setelah Sangkala Purba, prinsip ini menjadi lebih penting. Beberapa wilayah kosong digunakan sebagai garis pemisah antara kota aktif dan zona rusak. Beberapa wilayah lain dibiarkan kosong karena terlalu berbahaya, terlalu dekat dengan hutan, atau terlalu sering dilalui monster.
Peta Pulau Berbentuk Tulisan
Susunan berikut menunjukkan posisi relatif wilayah-wilayah utama di Pulau Veyranta setelah Sangkala Purba. Peta ini bukan gambaran ukuran yang akurat, tetapi dipakai untuk menunjukkan arah, hubungan wilayah, dan batas antarwilayah.
LAUT UTARA
|
ORVATHAR
┌──────────────┼──────────────┐
│ │ │
TELUK NAVIRA —— AVARENYA RAYA —— LIORVANE
│ │ │
│ SABUK KOTA RUSAK │
│ │ │
MARNAKA ———— VELRATHA —— DATARAN VARNESA
│ │ │
│ ZONA PENYANGGA │
│ │ │
PESISIR VALMORA —— SARALUN —— RIMBA ELARUN
│
SELATAN PULAU
Penjelasan Posisi Wilayah
- Utara: Orvathar, wilayah benteng, dataran tinggi, pangkalan militer, dan pertahanan laut.
- Barat laut: Teluk Navira, pelabuhan utama, gerbang laut, gudang logistik, dan kawasan buruh pelabuhan.
- Tengah utara: Avarenya Raya, ibu kota Tavaru, pusat pemerintahan, diplomasi, dan metropolitan utama.
- Timur laut: Liorvane, wilayah akademi, riset Arka, pelatihan, dan penelitian pasca-Sangkala Purba.
- Barat tengah: Marnaka, kawasan industri, bengkel kapal, gudang logistik, dan pabrik ringan.
- Tengah selatan: Velratha, kota tua, kawasan budaya lama, arsip lokal, dan distrik sejarah.
- Timur tengah: Dataran Varnesa, dataran terbuka, ruang latihan, jalur cepat, dan zona evakuasi.
- Barat daya: Pesisir Valmora, kawasan nelayan, pantai, tambak garam, desa pesisir, dan wilayah rawan monster laut.
- Selatan: Saralun, wilayah pertanian, desa pangan, kanal air, gudang makanan, dan beberapa desa terbengkalai.
- Tenggara/Selatan: Rimba Elarun, hutan rimba asli yang luas, zona Arka, habitat monster, dan wilayah potensial pertemuan dengan ras lain.
Zona Penyangga dan Reruntuhan
Setelah Sangkala Purba, beberapa ruang antarwilayah di Veyranta tidak lagi berfungsi seperti masa damai. Wilayah-wilayah ini menjadi zona penyangga, jalur evakuasi, reruntuhan kota, atau daerah kosong yang sengaja tidak dihuni.
Sabuk Kota Rusak
Sabuk Kota Rusak adalah kumpulan distrik luar yang berada di antara Avarenya Raya, Marnaka, Velratha, dan Dataran Varnesa. Sebelum Sangkala Purba, wilayah ini berisi permukiman, pusat niaga kecil, jalur transportasi, gudang kota, dan distrik pinggiran.
Setelah Sangkala Purba, sebagian kawasan ini rusak berat. Gedung runtuh, jalan putus, jalur bawah tanah tertutup, dan beberapa permukiman ditinggalkan. Wilayah ini sering menjadi tempat persembunyian monster kecil, kriminal, penyintas liar, atau kelompok yang tidak ingin berada di bawah pengawasan pemerintah.
Zona Penyangga Selatan
Zona Penyangga Selatan berada di antara Velratha, Saralun, Dataran Varnesa, dan Rimba Elarun.
Wilayah ini tidak sepenuhnya kosong, tetapi tidak padat penduduk. Sebagian digunakan sebagai lahan terbuka, jalur evakuasi, pos pengamatan, ladang cadangan, dan batas aman sebelum memasuki wilayah yang lebih dekat dengan Rimba Elarun.
Setelah Sangkala Purba, zona ini menjadi penting karena memisahkan wilayah manusia dari hutan rimba yang semakin sulit dipetakan.
Jalur Mati Lama
Jalur Mati Lama adalah istilah umum untuk jalan, rel, terowongan, dan koridor transportasi yang tidak lagi digunakan setelah Sangkala Purba.
Beberapa jalur masih dapat dilalui oleh Serikat atau Militer Nasional, tetapi banyak yang sudah rusak, tertutup reruntuhan, atau terlalu berbahaya karena monster dan perubahan medan.
Desa Terbengkalai
Beberapa desa di Saralun, Pesisir Valmora, dan pinggiran Rimba Elarun ditinggalkan setelah serangan monster, gagal panen, putusnya jalur logistik, atau perintah evakuasi.
Desa-desa ini sering menjadi lokasi misi Serikat, penyelamatan penyintas, pencarian arsip lama, atau pertemuan tidak terduga dengan makhluk dari ras lain.
Avarenya Raya
Avarenya Raya adalah wilayah ibu kota utama di Pulau Veyranta. Wilayah ini menjadi pusat pemerintahan Tavaru, pusat administrasi nasional, pusat diplomasi, pusat ekonomi politik, dan salah satu kawasan metropolitan terbesar di negara tersebut.
Avarenya Raya bukan hanya satu kota tunggal, melainkan kawasan metropolitan besar yang terdiri dari beberapa distrik dengan fungsi berbeda. Di wilayah ini, gedung pemerintahan, kantor dagang, apartemen tinggi, pusat komersial, taman kota, jalur transportasi cepat, kawasan diplomatik, pusat komando, dan permukiman padat berdiri berdampingan.
Setelah Sangkala Purba, Avarenya Raya masih menjadi pusat pemerintahan yang bertahan. Namun, tidak semua bagiannya utuh. Distrik inti masih dijaga ketat, sementara beberapa distrik luar mengalami kerusakan, pengosongan, atau perubahan fungsi menjadi pos darurat.
Wilayah
Kota Avarenya
Kota utama sekaligus ibu kota Tavaru. Menjadi pusat administrasi nasional, pusat keputusan politik, dan tempat berdirinya banyak lembaga penting negara.
Distrik Halvarya
Kawasan pemerintahan nasional yang berisi gedung dewan, kantor kementerian, pengadilan tinggi, pusat arsip negara, dan kantor administrasi utama.
Distrik Renvalis
Kawasan pusat kota modern yang dipenuhi gedung perkantoran, apartemen tinggi, pusat belanja, hotel, jalur transportasi utama, dan menara hunian. Setelah Sangkala Purba, sebagian distrik ini tetap aktif, tetapi beberapa blok luarnya rusak.
Distrik Tavren Hall
Kawasan simbolik negara yang berisi monumen persatuan Tavaru, lapangan upacara nasional, aula negara, dan tempat peringatan sejarah besar.
Distrik Veyratha
Kawasan permukiman menengah atas, rumah pejabat, keluarga lama Veyranta, diplomat, dan tokoh berpengaruh.
Distrik Naravon
Kawasan permukiman umum yang padat, berisi apartemen rakyat, pasar lokal, sekolah, klinik, dan fasilitas masyarakat. Setelah Sangkala Purba, distrik ini menjadi salah satu wilayah paling padat karena banyak pengungsi masuk ke kawasan hunian vertikal.
Simpul Nava
Pusat transportasi darat utama yang menghubungkan Avarenya Raya dengan Teluk Navira, Marnaka, Velratha, Liorvane, dan Saralun. Setelah beberapa jalur rusak, Simpul Nava menjadi titik pengawasan strategis.
Blok Reruntuhan Renvalis Luar
Kawasan luar Renvalis yang mengalami kerusakan berat setelah Sangkala Purba. Banyak gedung setengah runtuh, jembatan putus, dan ruang bawah tanah tertutup. Wilayah ini dijaga karena dapat menjadi jalur masuk monster atau kelompok liar menuju pusat kota.
Wilayah Istimewa
Kawasan Pemerintahan Halvarya
Wilayah paling dijaga di Avarenya Raya. Berisi pusat keputusan negara, ruang kendali darurat, arsip strategis, dan kantor penting Tavaru.
Zona Perlindungan Naravon
Kawasan hunian padat yang diubah menjadi zona perlindungan warga. Tempat ini menampung pengungsi, warga kehilangan rumah, dan keluarga pekerja dari distrik luar.
Koridor Nava
Jalur transportasi utama yang menjadi urat nadi Avarenya Raya. Koridor ini diawasi ketat oleh petugas kota, Militer Nasional, dan Serikat.
Tempat Istimewa
Monumen Persatuan Tavaru
Monumen besar yang dibangun sebagai simbol penyatuan pulau-pulau Tavaru.
Taman Arus Avarenya
Taman kota besar yang menjadi tempat warga berkumpul, beristirahat, dan mengadakan festival nasional. Setelah Sangkala Purba, sebagian taman juga berfungsi sebagai ruang evakuasi dan titik distribusi bantuan.
Balai Cahaya Veyra
Gedung pertemuan resmi untuk acara kenegaraan, diplomasi, dan sidang besar.
Jalur Cepat Veyranta
Jalur transportasi utama yang menghubungkan pusat kota dengan pelabuhan, akademi, industri, dan wilayah pinggir kota.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Taman Arus Avarenya
Selain menjadi ruang publik, taman ini juga menjadi salah satu ruang hijau paling dikenal di ibu kota.
Tepi Kanal Nava
Jalur kanal kota yang menjadi tempat berjalan, berdagang kecil, dan melihat pemandangan gedung tinggi Avarenya.
Bukit Pandang Veyratha
Titik pandang kota yang berada di pinggir distrik Veyratha. Dari tempat ini, warga dapat melihat pusat Avarenya, jalur cepat, dan sebagian Dataran Varnesa.
Teluk Navira
Teluk Navira adalah wilayah pelabuhan utama Veyranta dan salah satu gerbang laut terpenting Tavaru. Wilayah ini menjadi tempat masuknya kapal dagang, kapal penumpang, kapal logistik, kapal militer, dan kapal dari berbagai pulau.
Teluk Navira sangat ramai, padat, dan keras. Di wilayah ini terdapat pelabuhan besar, gudang logistik, pasar pelabuhan, kantor bea laut, permukiman buruh, penginapan murah, bengkel kapal, dan pos keamanan.
Setelah Sangkala Purba, fungsi Teluk Navira berubah drastis. Laut tidak lagi sepenuhnya aman. Monster laut, badai Arka, kapal hilang, dan gangguan jalur pelayaran membuat wilayah ini dijaga lebih ketat. Sebagian dermaga lama ditutup, sementara dermaga utama berubah menjadi pusat logistik darurat.
Wilayah
Pelabuhan Navira
Pelabuhan utama untuk kapal dagang besar, kapal penumpang, dan kapal antarpulau.
Pelabuhan Nasional Veyranta
Jalur pelabuhan yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat.
Pelabuhan Komersial Navira
Kawasan bongkar muat barang dagang, komoditas, bahan pangan, dan hasil tambang dari pulau lain.
Pelabuhan Internasional Tavaru
Pelabuhan untuk kapal asing, diplomatik, ekspedisi luar negeri, dan perdagangan antarnegara. Setelah Sangkala Purba, aktivitas internasional menurun dan sebagian fasilitas berubah menjadi pos pemeriksaan.
Dermaga Sagara
Dermaga lama untuk kapal nelayan, kapal kecil, dan kapal lokal. Beberapa bagian dermaga ini rusak dan diawasi karena dekat dengan jalur laut yang mulai berbahaya.
Gudang Marasen
Kompleks gudang besar untuk logistik, bahan makanan, logam, peralatan, dan suplai darurat.
Kawasan Buruh Namaru
Permukiman padat pekerja pelabuhan, buruh angkut, mekanik kapal, sopir logistik, dan keluarga kelas bawah.
Dermaga Mati Sagara
Bagian lama dari Dermaga Sagara yang ditinggalkan setelah beberapa serangan monster laut dan kerusakan struktur. Tempat ini sering menjadi lokasi penyelundupan, misi pencarian, atau patroli Serikat.
Kota
Kota Teluk Navira
Kota pelabuhan utama yang menjadi pusat perdagangan laut, bea cukai, logistik, dan distribusi barang.
Kota Kecil Bandar Namaru
Kota kecil yang tumbuh dari permukiman buruh dan nelayan. Menjadi pusat jasa kapal kecil, penginapan murah, dan pasar laut.
Wilayah Istimewa
Gerbang Laut Navira
Jalur masuk resmi dari laut menuju pusat Veyranta. Setelah Sangkala Purba, gerbang ini diperkuat dengan pos pengawasan, pemindai Arka, dan kapal patroli.
Kawasan Karantina Kapal
Area pemeriksaan kapal yang datang dari wilayah tidak stabil. Digunakan untuk memeriksa monster kecil, kontaminasi Arka, penyakit, dan penyusup.
Pos Laut Marasen
Pos penjagaan dekat Gudang Marasen yang berfungsi melindungi logistik penting Tavaru.
Tempat Istimewa
Menara Arus Navira
Menara pengawas laut untuk memantau kapal, cuaca, arus, monster laut, dan tanda badai Arka.
Pasar Teluk
Pasar besar di sekitar pelabuhan yang menjual ikan, rempah, barang antarpulau, alat kapal, dan barang bekas.
Gerbang Laut Selatan
Jalur masuk resmi menuju pusat Veyranta dari arah laut.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Tepi Teluk Navira
Area tepi laut yang dulu ramai oleh wisatawan dan pedagang. Setelah Sangkala Purba, sebagian masih dibuka terbatas pada siang hari.
Dermaga Senja Navira
Dermaga lama yang terkenal dengan pemandangan matahari tenggelam. Kini hanya dapat dikunjungi jika status laut sedang aman.
Karang Luar Navira
Gugusan karang kecil di luar teluk. Tempat ini indah, tetapi berbahaya karena sering menjadi lokasi kemunculan monster laut kecil.
Orvathar
Orvathar adalah wilayah dataran tinggi, tebing pantai, dan benteng pertahanan di utara Veyranta. Wilayah ini berfungsi sebagai pusat pengawasan laut, pertahanan udara, pertahanan pesisir, dan pelatihan militer.
Sejak lama, Orvathar menjadi wilayah penjaga Veyranta. Setelah Sangkala Purba, fungsi wilayah ini semakin penting karena ancaman tidak hanya datang dari kapal musuh, tetapi juga dari monster laut, badai Arka, fenomena asing dari laut terbuka, dan perubahan langit.
Wilayah
Benteng Orvathar
Benteng utama di dataran tinggi yang menjadi pusat komando pertahanan Veyranta.
Kota Militer Orvathar
Kota kecil yang dihuni prajurit, keluarga militer, teknisi, petugas radar, dan staf pertahanan.
Akademi Pertahanan Veyra
Tempat pelatihan prajurit, penjaga kota, dan pengguna Arka jalur militer.
Menara Ravan
Menara tua untuk memantau laut utara dan jalur kapal dari kejauhan.
Radar Arka Utara
Fasilitas pemantauan badai Arka, monster besar, dan perubahan energi di laut.
Tebing Veyrath
Tebing tinggi yang menjadi titik pandang strategis, tetapi berbahaya karena angin kuat.
Lapangan Jatuh Orvathar
Area terbuka bekas fasilitas penerbangan yang rusak setelah gangguan langit dan Sangkala Purba. Sebagian wilayahnya dipakai sebagai tempat latihan darat dan penyimpanan kendaraan militer.
Wilayah Istimewa
Bandara Militer Orvathar
Pangkalan udara untuk patroli, pengiriman cepat, dan operasi pertahanan. Setelah Ambang Langit, fungsi penerbangan berkurang dan sebagian fasilitas berubah menjadi pangkalan darat.
Pelabuhan Militer Kecil Ravansea
Pelabuhan kecil untuk kapal patroli, kapal cepat, dan operasi pengawasan laut.
Bunker Liraya
Fasilitas perlindungan lama yang dibangun setelah kehancuran besar. Sebagian masih aktif sebagai tempat penyimpanan darurat dan perlindungan warga penting.
Zona Meriam Tebing
Kawasan pertahanan tebing yang berisi senjata berat, pos pengamatan, dan jalur militer tertutup.
Tempat Istimewa
Menara Ravan
Menara tua yang menjadi simbol pertahanan utara Veyranta.
Benteng Orvathar
Benteng utama yang dianggap sebagai dinding utara pulau.
Bunker Liraya
Bunker lama yang menyimpan banyak catatan sejarah, perlengkapan darurat, dan cerita dari masa kehancuran sebelumnya.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Tebing Veyrath
Tebing tinggi dengan pemandangan laut utara. Sebelum Sangkala Purba, tempat ini sering dikunjungi warga. Setelah Sangkala Purba, aksesnya dibatasi.
Bukit Angin Ravan
Bukit berangin di dekat kota militer. Tempat ini digunakan untuk latihan, pemantauan cuaca, dan titik pandang laut.
Pantai Batu Orvathar
Pantai berbatu di bawah tebing. Indah, tetapi berbahaya karena ombak kuat dan potensi monster laut.
Liorvane
Liorvane adalah wilayah pendidikan tinggi, akademi, riset, dan pelatihan Arka di Veyranta. Wilayah ini terletak di sisi timur laut pulau, tidak jauh dari Avarenya Raya, tetapi memiliki tata ruang yang lebih terbuka.
Setelah Sangkala Purba, Liorvane menjadi salah satu wilayah terpenting di Tavaru karena pemerintah membutuhkan tempat untuk meneliti Arka, monster, fenomena alam baru, ras lain, perubahan tubuh manusia, dan misteri dunia baru.
Banyak pelajar, peneliti, pengguna Arka muda, calon anggota Serikat, calon petugas lapangan, dan ilmuwan datang ke wilayah ini.
Wilayah
Kota Akademi Liorvane
Kota pendidikan yang berisi kampus, asrama pelajar, ruang kelas, pusat pelatihan, dan fasilitas riset.
Akademi Arka Tavaru
Lembaga pendidikan tinggi yang melatih pengguna Arka, peneliti fenomena Arka, dan calon petugas lapangan.
Perpustakaan Veloria
Perpustakaan besar yang menyimpan arsip sejarah, catatan dunia lama, peta wilayah, dan dokumen penelitian pasca-Sangkala Purba.
Menara Observasi Lior
Menara tinggi untuk mengamati perubahan cuaca, aliran Arka, fenomena langit, dan aktivitas aneh dari arah Rimba Elarun.
Lapangan Uji Arka
Kawasan latihan terbuka untuk pengujian kemampuan Arka tingkat rendah sampai menengah.
Asrama Sarjana Muda
Kompleks tempat tinggal pelajar, calon peneliti, dan murid dari berbagai pulau Tavaru.
Zona Riset Timur
Kawasan penelitian yang lebih dekat ke Dataran Varnesa dan Rimba Elarun. Digunakan untuk mempelajari tumbuhan Arka, monster kecil, dan perubahan medan.
Wilayah Istimewa
Kompleks Riset Pasca-Sangkala
Kompleks penelitian khusus yang mempelajari perubahan dunia setelah Sangkala Purba, termasuk Arka, monster, Zona Anomali, dan ras lain.
Pusat Pelatihan Serikat Muda
Tempat latihan awal bagi calon anggota Serikat yang belum layak mengambil misi berbahaya.
Koridor Lior-Elarun
Jalur penelitian yang menghubungkan Liorvane dengan bagian luar Rimba Elarun. Jalur ini dijaga ketat dan hanya boleh dilalui dengan izin.
Tempat Istimewa
Ruang Simulasi Liraya
Fasilitas pelatihan yang meniru kondisi zona liar, serangan monster kecil, dan perubahan medan akibat Arka.
Taman Lumena
Taman akademi yang berisi tumbuhan bercahaya ringan hasil penelitian Arka stabil.
Arsip Retakan Dunia
Ruang arsip terbatas yang menyimpan catatan tentang fenomena besar setelah Sangkala Purba.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Taman Lumena
Taman bercahaya lembut yang menjadi ikon Liorvane. Banyak pelajar datang untuk belajar, beristirahat, atau melakukan pengamatan tumbuhan Arka.
Bukit Observasi Lior
Bukit kecil di sekitar Menara Observasi Lior yang menghadap ke arah Dataran Varnesa dan Rimba Elarun.
Kebun Riset Veloria
Kebun penelitian yang menampung tanaman stabil dan tanaman hasil mutasi ringan.
Marnaka
Marnaka adalah kawasan industri, bengkel kapal, logistik, dan pabrik ringan di Veyranta. Wilayah ini berada di antara Teluk Navira, Avarenya Raya, Velratha, Saralun, dan Pesisir Valmora.
Marnaka tidak seindah Avarenya dan tidak seformal Halvarya. Wilayah ini lebih kasar, padat, penuh suara mesin, gudang, jalur barang, bengkel, asap pabrik, dan permukiman pekerja. Banyak penduduk kelas pekerja Veyranta tinggal di sini.
Setelah Sangkala Purba, sebagian Marnaka tetap aktif karena kebutuhan logistik dan perbaikan alat sangat tinggi. Namun, beberapa pabrik rusak, gudang ditinggalkan, jalur barang mati, dan bengkel tidak resmi semakin berkembang.
Wilayah
Kawasan Pabrik Marnaka
Kawasan industri ringan, pengolahan barang, alat rumah tangga, dan komponen kapal.
Galangan Kapal Veyra
Tempat perbaikan kapal kecil dan menengah, termasuk kapal patroli dan kapal logistik.
Jalur Logistik Barat
Jalur distribusi barang dari Teluk Navira menuju Avarenya Raya dan wilayah lain.
Gudang Besi Ravan
Kompleks penyimpanan logam, material bangunan, suku cadang, dan alat berat.
Permukiman Kelas Pekerja Marnaka
Wilayah rumah sederhana, apartemen murah, warung, bengkel kecil, dan pasar malam pekerja.
Pasar Suku Cadang Velmar
Pasar yang menjual alat mesin, komponen kapal, alat Arka bekas, dan barang hasil bongkaran.
Blok Pabrik Mati
Kawasan pabrik yang berhenti beroperasi setelah Sangkala Purba. Beberapa bangunan masih menyimpan mesin, bahan mentah, dan barang berbahaya.
Wilayah Istimewa
Bengkel Hitam Marnaka
Kawasan bengkel tidak resmi yang sering dikaitkan dengan barang ilegal, alat modifikasi, penyelundupan teknologi, dan perangkat Arka bekas.
Terowongan Barang Tua
Jalur bawah tanah lama yang dulu dipakai untuk logistik, tetapi sebagian kini ditutup karena rawan kriminalitas, runtuhan, dan aktivitas tidak resmi.
Kompleks Gudang Darurat
Gudang yang diambil alih pemerintah untuk menyimpan logistik, suku cadang, makanan kering, dan alat pertahanan.
Tempat Istimewa
Menara Asap Marnaka
Menara pengawasan industri yang digunakan untuk memantau aktivitas pabrik, kebakaran, dan gangguan energi.
Pasar Suku Cadang Velmar
Tempat penting bagi teknisi, mekanik, petualang, dan anggota Serikat yang mencari perlengkapan.
Galangan Kapal Veyra
Salah satu fasilitas penting untuk mempertahankan armada kecil Veyranta.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Marnaka tidak dikenal sebagai wilayah wisata alam. Namun, beberapa tempat masih diminati karena suasana khas pekerja dan pemandangan industrinya.
Kanal Mesin Marnaka
Kanal tua yang melewati kawasan gudang dan pabrik. Pada malam hari, cahaya pabrik dan pantulan air membuat tempat ini dikenal di kalangan pekerja.
Tepi Barat Marnaka
Area yang menghadap ke arah Pesisir Valmora dan sering menjadi tempat pekerja beristirahat.
Velratha
Velratha adalah wilayah kota tua dan kawasan budaya lama di Veyranta. Wilayah ini berada di tengah selatan pulau, menempel dengan Avarenya Raya, tetapi tidak menjadi bagian langsung dari pusat metropolitan modern tersebut.
Sebelum Avarenya berkembang menjadi ibu kota modern, Velratha sudah lebih dulu menjadi permukiman penting di Veyranta. Banyak rumah lama, pasar tradisional, tempat ibadah, gang sempit, kedai tua, arsip keluarga, dan keluarga lama masih bertahan di sini.
Setelah Sangkala Purba, Velratha menjadi wilayah yang kontras. Sebagian kawasan budaya masih hidup, tetapi beberapa blok tua rusak, beberapa gang ditutup, dan sebagian bangunan lama berubah menjadi reruntuhan berbahaya.
Wilayah
Kota Tua Velratha
Kawasan utama kota tua dengan bangunan lama, jalan batu, pasar, rumah keluarga tua, dan tempat ibadah.
Pasar Ratha Lama
Pasar tradisional yang menjual makanan, kain, rempah, alat rumah tangga, dan barang antik.
Gang Seribu Lampu
Kawasan gang sempit yang terkenal dengan lampu gantung, kedai malam, penginapan kecil, dan cerita rakyat.
Kampung Veyra Tua
Permukiman keluarga lama yang masih mempertahankan adat Veyranta.
Panggung Lirun
Tempat pertunjukan seni lokal, musik rakyat, drama, dan cerita sejarah Tavaru.
Rumah Arsip Kecil Velratha
Arsip lokal yang menyimpan dokumen keluarga, peta lama, dan catatan sejarah kota.
Blok Tua Runtuh
Kawasan kota tua yang rusak setelah Sangkala Purba. Banyak rumah kayu, lorong, dan bangunan lama tidak lagi aman dimasuki.
Wilayah Istimewa
Kawasan Warisan Velratha
Wilayah yang dilindungi karena nilai sejarah dan budaya. Pemerintah berusaha mempertahankan kawasan ini meskipun banyak bagian kota tua rusak.
Lorong Arsip Lama
Jalur sempit yang menghubungkan rumah arsip, pasar tua, dan beberapa bangunan keluarga lama. Tempat ini sering menyimpan catatan sejarah yang tidak tersedia di arsip pusat.
Zona Reruntuhan Ratha
Bagian kota tua yang rusak dan diawasi. Di tempat ini kadang ditemukan artefak lama, peta keluarga, atau catatan dari masa sebelum tata kota modern.
Tempat Istimewa
Kuil Arus Lama
Tempat ibadah tua yang dianggap sebagai simbol awal permukiman Veyranta.
Sumur Veyratha
Sumur tua yang dipercaya tidak pernah kering sejak sebelum Tavaru berdiri.
Festival Lentera Velratha
Festival tahunan yang menyalakan ribuan lentera di jalan kota tua.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Taman Batu Velratha
Taman kecil dengan batu-batu tua dan pohon besar di tengah kota lama.
Tepi Kanal Ratha
Kanal kecil yang mengalir di pinggir kota tua. Tempat ini sering dikunjungi warga untuk berjalan dan menikmati suasana lama.
Bukit Lentera
Bukit rendah di pinggir Velratha yang digunakan saat Festival Lentera. Dari sini, warga dapat melihat cahaya kota tua pada malam hari.
Dataran Varnesa
Dataran Varnesa adalah wilayah terbuka di sisi timur Veyranta. Wilayah ini terdiri dari padang rumput, bukit rendah, jalur angin, jalur cepat, dan beberapa kawasan latihan terbuka.
Dataran Varnesa menjadi ruang kosong penting bagi pulau pusat yang padat. Sebelum Sangkala Purba, wilayah ini sering digunakan untuk kegiatan luar ruangan, festival, olahraga, dan perjalanan darat. Setelah Sangkala Purba, fungsi wilayah ini berubah menjadi lebih strategis.
Dataran Varnesa kini menjadi ruang latihan, zona evakuasi, medan pertempuran terbuka, jalur pergerakan Serikat, dan wilayah penyangga antara kota pusat dengan Rimba Elarun.
Wilayah
Padang Varnesa
Padang rumput luas yang sering digunakan untuk festival, latihan, perjalanan darat, dan manuver pasukan.
Bukit Angin Ralun
Bukit rendah dengan angin kuat dan pemandangan ke arah Avarenya.
Jalur Cepat Timur
Jalur darat yang menghubungkan Avarenya Raya, Liorvane, Saralun, dan wilayah timur.
Lapangan Latih Terbuka
Area latihan fisik, patroli sipil, Serikat, dan simulasi perjalanan luar kota.
Pos Pengamatan Timur
Pos kecil untuk memantau perubahan medan, cuaca, dan aktivitas liar di sekitar dataran.
Zona Evakuasi Varnesa
Area terbuka yang disiapkan untuk menampung pengungsi dalam keadaan darurat.
Retakan Varnesa
Bagian dataran yang mengalami retakan tanah ringan setelah Sangkala Purba. Wilayah ini diawasi karena kadang menunjukkan perubahan Arka.
Wilayah Istimewa
Lapangan Serikat Varnesa
Area latihan dan pengujian bagi anggota Serikat tingkat awal hingga menengah.
Koridor Darat Timur
Jalur penting yang menghubungkan wilayah kota dengan Rimba Elarun dan Saralun.
Pos Penahan Timur
Pos pertahanan yang berfungsi menahan monster dari arah Rimba Elarun atau wilayah liar tenggara.
Tempat Istimewa
Lingkar Batu Varnesa
Susunan batu tua yang belum jelas asal-usulnya.
Padang Cahaya Tipis
Area padang rumput yang kadang memantulkan cahaya samar pada malam hari akibat pengaruh Arka ringan.
Menara Angin Ralun
Menara kecil di Bukit Angin Ralun yang digunakan untuk pengamatan cuaca dan pelatihan lapangan.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Padang Varnesa
Padang terbuka luas yang menjadi tempat favorit untuk festival, latihan, perjalanan, dan pengamatan langit.
Bukit Angin Ralun
Tempat populer untuk melihat pemandangan Veyranta dari sisi timur.
Padang Cahaya Tipis
Daerah alam yang diminati karena cahaya samar di malam hari. Setelah Sangkala Purba, aksesnya dibatasi.
Saralun
Saralun adalah wilayah pertanian, desa, kanal air, dan permukiman pinggir kota di bagian selatan Veyranta. Wilayah ini menjadi salah satu pemasok pangan terdekat untuk Avarenya Raya, Marnaka, Velratha, dan Teluk Navira.
Saralun memiliki suasana yang jauh lebih tenang dibanding pusat kota. Terdapat sawah, kebun, peternakan kecil, pasar pangan, desa tua, dan jalur air buatan.
Setelah Sangkala Purba, Saralun menjadi wilayah vital karena pangan menjadi sumber daya penting. Sebagian desa bertahan, sebagian desa dievakuasi, sebagian ladang rusak, dan beberapa daerah dekat Rimba Elarun menjadi terlalu berbahaya untuk dihuni.
Wilayah
Ladang Saralun
Kawasan pertanian utama yang menghasilkan padi, sayur, buah, dan bahan pangan harian.
Kanal Venara
Jalur air buatan yang menghubungkan desa, ladang, gudang pangan, dan pusat distribusi.
Pasar Pangan Saralun
Pasar besar untuk distribusi hasil pertanian ke Avarenya, Marnaka, dan Teluk Navira.
Permukiman Tepi Kota
Kawasan hunian petani, pekerja pangan, pedagang kecil, dan keluarga yang tinggal di pinggiran ibu kota.
Rumah Pangan Veyranta
Gudang besar yang menyimpan cadangan pangan untuk wilayah pusat Tavaru.
Ladang Rusak Ivara
Area pertanian yang mengalami perubahan tanah akibat fenomena Arka dan serangan monster kecil.
Jalur Desa Kosong
Rangkaian jalan kecil yang mengarah ke desa-desa yang ditinggalkan setelah Sangkala Purba.
Desa
Desa Lumares
Desa pertanian yang masih bertahan dan menjadi salah satu pemasok pangan aktif.
Desa Padi Veyra
Desa yang dikenal sebagai penghasil padi utama Saralun.
Desa Tiravon
Desa dekat kanal yang menjadi jalur distribusi hasil pertanian.
Desa Harum Sari
Desa kebun dan tanaman herbal yang sebagian wilayahnya terdampak perubahan Arka.
Desa Kalenara
Desa pinggiran yang dekat dengan zona penyangga menuju Rimba Elarun.
Desa Ivara Lama
Desa yang sebagian besar ditinggalkan setelah tanah retak dan hasil panen gagal.
Wilayah Istimewa
Rumah Pangan Veyranta
Gudang pangan strategis yang dijaga ketat karena menyimpan cadangan makanan untuk wilayah pusat.
Kanal Venara
Jalur air penting untuk pertanian, distribusi, dan pertahanan wilayah selatan.
Zona Pertanian Cadangan
Wilayah pertanian yang hanya digunakan dalam kondisi darurat atau ketika pasokan pangan utama terganggu.
Tempat Istimewa
Lahan Retak Ivara
Area pertanian yang mengalami perubahan tanah ringan akibat fenomena Arka.
Bukit Angin Saralun
Bukit kecil tempat warga melihat pemandangan Avarenya dari kejauhan.
Pasar Pangan Saralun
Pasar utama yang menjadi pusat kehidupan ekonomi Saralun.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Ladang Saralun
Hamparan sawah dan kebun yang menjadi wajah alami wilayah selatan Veyranta.
Kanal Venara
Kanal air yang sering menjadi tempat warga beristirahat dan bepergian antardesa.
Bukit Angin Saralun
Tempat melihat pemandangan kota, ladang, dan bagian selatan pulau.
Pesisir Valmora
Pesisir Valmora adalah wilayah pantai barat daya Veyranta yang lebih tenang dibanding Teluk Navira. Wilayah ini dikenal dengan desa nelayan, dermaga kecil, pantai panjang, tambak garam, gua laut, dan kawasan karang.
Valmora bukan pusat perdagangan besar, tetapi penting bagi kehidupan rakyat biasa. Banyak keluarga nelayan, pembuat perahu kecil, pengolah ikan, petani garam, dan penjaga pantai tinggal di wilayah ini.
Setelah Sangkala Purba, Pesisir Valmora menjadi jauh lebih berbahaya. Laut tidak lagi dapat dipercaya. Monster laut kecil, arus aneh, kabut pantai, dan hilangnya kapal membuat banyak desa pesisir melemah atau ditinggalkan.
Wilayah
Kota Kecil Valmora
Kota kecil pesisir yang menjadi pusat perdagangan ikan, garam, dan hasil laut.
Dermaga Lunas
Dermaga kecil untuk kapal nelayan, kapal patroli ringan, dan perahu antardesa.
Tambak Garam Narela
Kawasan produksi garam dan hasil laut kering.
Pantai Serevan
Pantai panjang yang menjadi tempat pasar ikan pagi, festival lokal, dan tempat berkumpul warga.
Karang Veyra
Gugusan karang indah di lepas pantai, kini diawasi karena munculnya monster laut kecil.
Jalur Kabut Valmora
Area pesisir yang sering tertutup kabut setelah Sangkala Purba. Warga menghindari wilayah ini karena banyak kapal kecil hilang.
Desa
Desa Segara Valen
Desa nelayan utama yang masih bertahan.
Desa Pasir Nara
Desa pantai yang sebagian penduduknya pindah ke kota kecil Valmora.
Desa Lunas Kecil
Desa dekat Dermaga Lunas yang masih aktif tetapi dijaga ketat.
Desa Karangjati
Desa dekat kawasan karang. Beberapa rumah ditinggalkan setelah monster laut semakin sering muncul.
Desa Teluk Sirema
Desa kecil yang sebagian besar terbengkalai setelah jalur lautnya tidak aman.
Wilayah Istimewa
Dermaga Lunas
Dermaga penting untuk nelayan, kapal patroli, dan pergerakan cepat pesisir.
Tambak Garam Narela
Kawasan produksi garam yang tetap dijaga karena garam menjadi kebutuhan penting.
Pos Pantai Valmora
Pos pengawasan pantai yang memantau monster laut kecil, kapal hilang, dan perubahan arus.
Tempat Istimewa
Gua Laut Veluna
Gua laut yang hanya bisa dimasuki saat air surut.
Mercusuar Tua Valmora
Mercusuar lama yang masih digunakan nelayan sebagai penanda arah.
Pantai Serevan
Pantai panjang yang menjadi simbol Valmora.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Pantai Serevan
Pantai paling dikenal di Valmora. Sebelum Sangkala Purba, tempat ini menjadi lokasi festival dan pasar ikan pagi.
Gua Laut Veluna
Gua laut yang menarik bagi penjelajah, tetapi aksesnya terbatas karena perubahan arus.
Karang Veyra
Gugusan karang indah yang kini menjadi wilayah pengawasan karena aktivitas monster laut.
Rimba Elarun
Rimba Elarun adalah hutan rimba asli yang luas di bagian tenggara sampai selatan Veyranta. Wilayah ini bukan sekadar taman kota atau hutan kecil, melainkan kawasan rimba tua yang telah lama dipertahankan sebagai hutan lindung, wilayah konservasi, zona alam, dan penyangga ekologis pulau.
Sebelum Sangkala Purba, Rimba Elarun dikenal sebagai hutan konservasi, tempat penelitian alam, lokasi piknik terbatas, dan kawasan yang hanya boleh dimasuki melalui jalur resmi. Setelah Sangkala Purba, beberapa bagian hutan berubah besar akibat pengaruh Arka.
Rimba Elarun tidak seberbahaya pedalaman Velkarya atau Oranyth, tetapi tetap menjadi wilayah paling liar di Veyranta. Beberapa tumbuhan mulai bermutasi, jalur hutan berubah, monster muncul, kabut Arka terbentuk, dan beberapa bagian rimba terasa tidak normal.
Karena luas, tua, dan tidak sepenuhnya dikuasai manusia, Rimba Elarun menjadi wilayah penting bagi ekspedisi Serikat, penelitian Arka, penyelidikan monster, misteri ras lain, dan pertemuan awal antara manusia Veyranta dengan makhluk dari dunia baru.
Wilayah
Gerbang Elarun
Pintu masuk resmi menuju hutan rimba, dijaga oleh petugas konservasi, penjaga hutan, dan keamanan.
Jalur Lumiva
Jalur utama yang masih relatif aman untuk patroli, penelitian, dan perjalanan terbatas.
Danau Tenang Arel
Danau kecil di tengah hutan yang menjadi sumber air dan tempat penelitian ekosistem Arka ringan.
Zona Akar Merah
Bagian hutan yang mengalami perubahan tumbuhan akibat Arka, ditandai akar merah tua, tanah hangat, dan vegetasi yang tumbuh terlalu cepat.
Reruntuhan Elar
Sisa bangunan tua yang belum jelas asal-usulnya, sebagian tertutup akar dan lumut.
Batas Dalam Elarun
Wilayah yang tidak boleh dimasuki warga biasa karena munculnya monster, kabut Arka, perubahan medan, dan laporan tentang makhluk asing.
Jantung Rimba Elarun
Bagian terdalam Rimba Elarun yang hampir tidak pernah dipetakan secara lengkap. Wilayah ini menjadi pusat misteri hutan dan diduga memiliki aliran Arka yang lebih kuat dibanding bagian luar.
Lembah Senyap
Lembah hutan yang terkenal karena suara di dalamnya sering meredam secara tidak normal. Tempat ini menjadi salah satu kandidat lokasi pertemuan pertama dengan ras lain.
Koridor Hijau Selatan
Jalur alami yang menghubungkan bagian dalam Rimba Elarun dengan wilayah selatan pulau. Jalur ini jarang digunakan manusia dan sering dianggap sebagai rute makhluk liar.
Wilayah Istimewa
Batas Dalam Elarun
Zona terlarang bagi warga biasa. Hanya anggota Serikat, peneliti resmi, petugas konservasi, atau Militer Nasional yang boleh masuk dengan izin.
Pos Penelitian Elarun
Fasilitas kecil untuk peneliti, penjaga hutan, pelajar Liorvane, dan tim pengamat Arka.
Zona Kontak Pertama
Istilah tidak resmi untuk bagian rimba yang diduga menjadi lokasi kemunculan atau pertemuan pertama manusia dengan ras lain setelah Sangkala Purba.
Lingkar Rimba Tua
Wilayah pohon-pohon tua yang usianya jauh lebih panjang dari catatan konservasi biasa. Beberapa peneliti menduga tempat ini sudah memiliki keanehan bahkan sebelum Sangkala Purba.
Tempat Istimewa
Pohon Senyap Elarun
Pohon tua besar yang tidak mengeluarkan suara daun meskipun tertiup angin.
Padang Lumut Biru
Area kecil dengan lumut bercahaya lembut pada malam hari.
Pos Penelitian Elarun
Fasilitas kecil untuk peneliti, penjaga hutan, dan pelajar Liorvane.
Danau Tenang Arel
Danau hutan yang permukaannya sering tampak terlalu tenang, bahkan ketika angin bertiup.
Reruntuhan Elar
Reruntuhan tua yang menjadi salah satu misteri terbesar di Rimba Elarun.
Tempat Wisata Alam dan Daerah Diminati
Jalur Lumiva
Jalur hutan yang dulu digunakan untuk wisata alam terbatas dan penelitian. Setelah Sangkala Purba, jalur ini hanya dibuka dengan pengawasan.
Danau Tenang Arel
Tempat alam yang indah, tetapi kini diawasi karena perubahan ekosistem Arka.
Padang Lumut Biru
Area hutan bercahaya lembut yang menjadi salah satu pemandangan alam paling unik di Veyranta.
Pohon Senyap Elarun
Pohon tua besar yang menjadi simbol Rimba Elarun.
Lembah Senyap
Wilayah alam yang diminati peneliti dan anggota Serikat karena keanehan suara dan aliran Arka.
Catatan Naratif Rimba Elarun
Rimba Elarun cocok menjadi lokasi awal pertemuan manusia Veyranta dengan ras lain.
Ras yang paling cocok muncul pertama di wilayah ini adalah ras yang memiliki hubungan kuat dengan alam, hutan, Arka, atau dunia spiritual. Kemungkinan paling sesuai adalah Peri, Elf, Fae, atau ras alam lain.
Pertemuan di Rimba Elarun dapat terjadi karena beberapa alasan:
- Ras lain terlempar ke wilayah yang aliran Arkanya stabil.
- Hutan tua menjadi titik aman bagi makhluk yang kehilangan ingatan dunia lama.
- Rimba Elarun memiliki batas realitas yang lebih tipis setelah Sangkala Purba.
- Makhluk dari ras lain bersembunyi karena mengira manusia adalah ancaman.
- Manusia mengira mereka monster atau anomali hutan.
- Serikat mengirim ekspedisi untuk menyelidiki laporan makhluk asing.
- Ravian dan kelompoknya masuk ke hutan karena misi, pelarian, penyelamatan, atau penyelidikan.
Catatan Perbatasan Wilayah
- Avarenya Raya berbatasan dengan Orvathar, Teluk Navira, Liorvane, Velratha, Marnaka, dan Sabuk Kota Rusak.
- Teluk Navira berbatasan dengan Orvathar, Avarenya Raya, Marnaka, dan laut barat.
- Orvathar berbatasan dengan Teluk Navira, Avarenya Raya, Liorvane, dan laut utara.
- Liorvane berbatasan dengan Orvathar, Avarenya Raya, Dataran Varnesa, Zona Riset Timur, dan Rimba Elarun.
- Marnaka berbatasan dengan Teluk Navira, Avarenya Raya, Velratha, Pesisir Valmora, Saralun, dan Sabuk Kota Rusak.
- Velratha berbatasan dengan Avarenya Raya, Marnaka, Saralun, Dataran Varnesa, dan Zona Penyangga Selatan.
- Dataran Varnesa berbatasan dengan Liorvane, Velratha, Saralun, Rimba Elarun, dan Zona Penyangga Selatan.
- Pesisir Valmora berbatasan dengan Marnaka, Saralun, dan laut barat.
- Saralun berbatasan dengan Marnaka, Velratha, Dataran Varnesa, Pesisir Valmora, Rimba Elarun, dan Zona Penyangga Selatan.
- Rimba Elarun berbatasan dengan Liorvane, Dataran Varnesa, Saralun, Zona Penyangga Selatan, dan wilayah selatan pulau.
Fungsi Pulau Veyranta dalam Cerita
Pulau Veyranta memiliki fungsi penting dalam cerita karena menjadi tempat bertemunya banyak unsur dunia baru.
Sebagai pulau pusat, Veyranta menunjukkan sisa kekuatan negara, pemerintahan, pendidikan, militer, dan sistem sosial manusia. Namun, setelah Sangkala Purba, pulau ini juga memperlihatkan kehancuran, ketimpangan, reruntuhan, desa kosong, monster, dan wilayah liar yang tidak lagi sepenuhnya dapat dikendalikan.
Veyranta cocok menjadi tempat awal bagi Ravian untuk melihat bahwa dunia baru tidak hanya terbentuk dari kota besar dan kekuatan negara, tetapi juga dari reruntuhan, hutan, desa yang hilang, wilayah kosong, dan pertemuan dengan makhluk yang sebelumnya dianggap tidak ada.
Dalam konteks cerita, Veyranta dapat berfungsi sebagai:
- Pusat awal kehidupan Ravian.
- Lokasi awal konflik sosial pasca-Sangkala Purba.
- Tempat pengenalan Serikat dan pelatihan Arka.
- Wilayah yang memperlihatkan dampak runtuhnya dunia lama.
- Lokasi ekspedisi awal ke hutan dan reruntuhan.
- Titik awal pertemuan dengan ras lain.
- Tempat pembaca memahami bahwa Terra telah berubah menjadi dunia baru.
Ringkasan
Pulau Veyranta adalah pusat Tavaru, tetapi bukan pulau yang seluruh daratannya dipenuhi manusia.
Veyranta memiliki ibu kota besar, pelabuhan, benteng, akademi, industri, kota tua, dataran terbuka, pertanian, pesisir, dan hutan rimba luas. Setelah Sangkala Purba, pulau ini berubah menjadi wilayah yang penuh kontras antara pusat kekuasaan yang masih bertahan dan daerah rusak yang mulai dikuasai dunia baru.
Rimba Elarun menjadi salah satu wilayah paling penting di Veyranta karena menjadi hutan rimba asli yang luas, misterius, dipengaruhi Arka, dan cocok sebagai tempat pertemuan awal manusia dengan ras lain.

