EVLORS

EVLORS

Did You Know?

Penulis kurang terampil dalam menulis cerita romantis.

Sejarah Dunia Terra

Estimated reading: 19 minutes 42 views

Sejarah Terra terbagi ke dalam berbagai zaman yang menandai perubahan besar dalam kehidupan manusia, mulai dari lahirnya peradaban, perkembangan kerajaan dan kekaisaran, perang global, kemajuan teknologi, kehancuran dunia, hingga perubahan Terra memasuki Zaman Liraya.

Penanggalan modern menggunakan Kalender Astra, dengan dua penanda utama: Astra (A) dan Sebelum Astra (SA). Tahun 1 Astra dipilih sebagai awal penanggalan modern karena bertepatan dengan berkembangnya teknologi mesin yang mengubah arah peradaban manusia. Semua masa sebelumnya dicatat sebagai Sebelum Astra.

Catatan Penanggalan

Semakin jauh suatu zaman berada di masa lalu, semakin sulit menentukan waktunya secara pasti. Perang, runtuhnya kerajaan, perubahan sistem penanggalan, bencana, serta hilangnya arsip menyebabkan banyak tanggal kuno hanya dapat diperkirakan. Karena itu, tanda ± digunakan pada rentang yang belum dapat dipastikan.

Keadaan yang lebih rumit ditemukan pada Masa Mitos atau Masa Hilang. Periode ini tidak memiliki posisi waktu yang benar-benar diketahui dan hanya tersisa melalui legenda, artefak, reruntuhan, serta catatan yang tidak lengkap.

Kronologi Ringkas

No.ZamanRentang Tahun
1Zaman Peradaban Purba±20.000–±15.001 SA
2Zaman Peradaban Awal±15.000–±12.001 SA
3Zaman Kerajaan Pertama±12.000–±10.001 SA
4Zaman Kerajaan Besar±10.000–±8.501 SA
5Zaman Kekaisaran Aethelgard±8.500 SA–?
6Masa Mitos / Masa HilangTidak diketahui
6aZaman Mistis Kuno?
6bZaman Damai Mistis?
6cZaman Keruntuhan Tujuh Hari?
7Zaman Kerajaan Baru±6.000–±4.201 SA
8Zaman Kerajaan Tinggi±4.200–±3.001 SA
9Zaman Kegelapan dan Keemasan±3.000–±2.201 SA
10Zaman Kerajaan Modern±2.200–1 SA
11Zaman Revolusi Mesin1–517 A
12Zaman Revolusi Industri Maju518–1017 A
13Zaman Elektrifikasi1018–1517 A
14Zaman Digital Awal1518–2017 A
15Zaman Digital Tinggi2018–2517 A
16Zaman Antariksa Awal2518–3017 A
17Zaman Perang Nuklir3018–3217 A
18Zaman Abu Nuklir3218–3417 A
19Zaman Perang Dunia IV3418–3517 A
20Zaman Rekonstruksi Terra3518–3717 A
21Zaman Futuristik Awal3718–3917 A
22Zaman Futuristik Akhir3918–4016 A
23Zaman Liraya4017 A–sekarang

Zaman Peradaban Purba

±20.000–±15.001 SA

Zaman Peradaban Purba merupakan bagian paling awal dari sejarah manusia yang masih dapat dilacak. Jejak kehidupan pada masa tersebut ditemukan melalui fosil, peralatan sederhana, dan gambar yang digunakan sebagai bentuk komunikasi awal.

Manusia hidup dalam kelompok kecil, berpindah mengikuti sumber makanan dan air, serta belum mengenal negara ataupun pemerintahan tetap. Seiring waktu, manusia mulai terbiasa hidup dalam kelompok yang semakin besar. Kerja sama berkembang, pembagian tugas mulai muncul, dan kelompok manusia perlahan menjelajahi daratan Terra untuk mencari wilayah baru.

Zaman Peradaban Awal

±15.000–±12.001 SA

Pada Zaman Peradaban Awal, penyebaran manusia semakin jauh dari kawasan asalnya. Sebagian besar Terra masih belum dihuni secara luas sehingga kelompok-kelompok baru mulai membangun permukiman di berbagai daratan.

Bahasa berkembang menjadi lebih teratur, aturan bersama mulai terbentuk, dan hukum sederhana digunakan untuk menjaga kehidupan kelompok. Peralatan manusia juga mulai berkembang menuju penggunaan logam awal.

Jarak antarkelompok kemudian melahirkan budaya dan identitas yang berbeda. Perkembangan tersebut menjadi dasar terbentuknya berbagai masyarakat Terra.

Zaman Kerajaan Pertama

±12.000–±10.001 SA

Pada Zaman Kerajaan Pertama, permukiman besar mulai berkembang menjadi bentuk pemerintahan yang lebih teratur. Dua nama yang banyak ditemukan dalam catatan kuno adalah Lanzar dan Aethelgard.

Lanzar dianggap sebagai salah satu kerajaan tertua, meskipun tahun berdirinya tidak pernah diketahui. Aethelgard kemudian berkembang menjadi kekuatan yang jauh lebih besar dan memiliki pengaruh panjang dalam sejarah Terra.

Kerajaan mulai membangun sistem pertanian, hukum, pertahanan, struktur sosial, benteng, serta teknologi perang yang lebih terorganisasi. Sejak periode ini, kekuasaan politik dalam skala besar mulai menjadi bagian tetap dari kehidupan manusia.

Zaman Kerajaan Besar

±10.000–±8.501 SA

Pada Zaman Kerajaan Besar, jumlah kerajaan bertambah dan persaingan wilayah semakin kuat. Negara yang mampu mempertahankan pemerintahan dan militernya berkembang, sedangkan kerajaan yang lemah dapat runtuh akibat perang, pemberontakan, atau pemerintahan yang buruk.

Konflik terbesar yang masih dikenal adalah Perang Besar Kerajaan Pertama, yang mempertemukan Aethelgard melawan Thalor dan kerajaan-kerajaan sekutunya. Perang dimulai setelah Thalor berusaha menggulingkan pemerintahan Aethelgard melalui siasat politik dan pengkhianatan terhadap raja serta bangsawan yang masih setia.

Aethelgard memenangkan konflik tersebut. Kemenangan itu membuat wilayah dan pengaruhnya berkembang pesat, tetapi sekaligus mendorong kerajaan lain membentuk aliansi untuk mencegah satu kekuatan menguasai seluruh Terra.

Zaman Kekaisaran Aethelgard

±8.500 SA–?

Aethelgard akhirnya berkembang dari kerajaan besar menjadi sebuah kekaisaran. Pada puncaknya, kekuatan militer, wilayah, dan pengaruh politiknya menjadikan Aethelgard salah satu kekuatan paling disegani pada masa kuno.

Perdagangan dan pelayaran berkembang bersama perluasan wilayah. Migrasi antardaerah meningkat dan hubungan antara masyarakat yang sebelumnya terpisah menjadi lebih terbuka.

Stabilitas pemerintahan juga membawa dampak langsung pada kehidupan rakyat. Banyak wilayah menjadi lebih aman dari konflik kecil dan ancaman hewan liar. Pertanian serta perdagangan berkembang lebih baik, kemakmuran meningkat, dan populasi manusia bertambah.

Akhir Kekaisaran Aethelgard tidak pernah tercatat secara jelas. Catatan sejarah mulai kabur ketika Terra memasuki periode yang kemudian dikenal sebagai Masa Mitos atau Masa Hilang.

Masa Mitos / Masa Hilang

Tidak diketahui

Masa Mitos atau Masa Hilang merupakan salah satu bagian paling sulit dipahami dalam sejarah Terra. Tidak ada penanggalan yang dapat memastikan kapan periode tersebut dimulai atau berakhir.

Sebagian masyarakat modern menganggap kisah mengenai periode ini sekadar legenda, sedangkan beberapa peneliti percaya bahwa cerita lama tersebut berasal dari peradaban yang benar-benar pernah ada. Artefak yang terlalu maju untuk masanya, reruntuhan yang sulit dijelaskan, dan berbagai tradisi kuno menjadi alasan periode tersebut terus diperdebatkan.

Masa Hilang umumnya dibagi menjadi tiga fase: Zaman Mistis Kuno, Zaman Damai Mistis, dan Zaman Keruntuhan Tujuh Hari. Berapa lama keseluruhan periode berlangsung tidak diketahui.

Zaman Mistis Kuno

?

Legenda menyebut Zaman Mistis Kuno sebagai masa ketika manusia mulai mengenal kekuatan yang jauh setelahnya dianggap sebagai sihir. Kemunculan kekuatan tersebut mengubah keseimbangan dunia.

Kerajaan dan kekaisaran mulai mempelajari, menggunakan, dan memperebutkan kekuatan tersebut. Pada waktu yang sama, berbagai sumber daya misterius ditemukan dan menjadi dasar berkembangnya teknologi mistis. Peralatan perang, artefak, kendaraan terbang, serta perangkat yang menggunakan kekuatan tersebut mulai bermunculan.

Konflik terbesar yang dikaitkan dengan periode ini adalah Perang Sihir. Aethelgard dan Srivarnash menjadi dua kekuatan paling terkenal di dalamnya. Aethelgard memiliki dominasi besar di daratan, sedangkan Srivarnash dikenal sebagai kekuatan laut yang sangat berpengaruh.

Tidak ada kemenangan mutlak yang tercatat. Sebagian besar informasi yang tersisa akhirnya bercampur dengan legenda sehingga sulit menentukan mana sejarah dan mana cerita yang berkembang setelahnya.

Zaman Damai Mistis

?

Setelah berbagai konflik mereda, teknologi mistis mencapai perkembangan yang jauh lebih luas. Sihir tidak lagi hanya digunakan untuk peperangan, tetapi juga masuk ke pendidikan, kehidupan masyarakat, arsitektur, transportasi, penelitian, serta berbagai sistem yang meningkatkan kesejahteraan.

Akademi sihir, kota berbasis energi mistis, artefak maju, dan bangunan besar disebut berkembang di berbagai tempat. Periode ini diyakini menjadi salah satu puncak kemakmuran manusia sebelum dunia kuno mengalami kehancuran besar.

Pada masa yang sama, Lanzar semakin menutup diri. Jalur menuju wilayah kerajaan menjadi sulit dilalui, hutan di sekitarnya dianggap berbahaya, hubungan dengan dunia luar berkurang, dan banyak kerajaan akhirnya menganggap Lanzar telah menghilang.

Kebenaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi tidak diketahui.

Zaman Keruntuhan Tujuh Hari

?

Dunia mistis kuno dipercaya berakhir melalui kehancuran yang berlangsung hanya tujuh hari. Penyebabnya tidak pernah diketahui dengan pasti.

Setelah kejadian tersebut, sihir, sumber daya misterius, dan teknologi yang dibangun menggunakan kekuatan itu hampir sepenuhnya menghilang dari kehidupan manusia. Banyak catatan ikut musnah.

Sebagian bangunan dan artefak tetap bertahan, tetapi manusia pada zaman berikutnya tidak lagi memahami fungsi maupun cara membuatnya. Ribuan tahun kemudian, sebagian besar masyarakat memandang cerita mengenai dunia mistis sebagai dongeng.

Hanya sejumlah kecil peneliti yang menyadari adanya peninggalan tertentu yang tampak terlalu maju untuk berasal dari masa yang tercatat oleh sejarah biasa.

Zaman Kerajaan Baru

±6.000–±4.201 SA

Setelah Masa Hilang, manusia perlahan membangun kembali peradaban. Sebagian besar pengetahuan dunia sebelumnya telah lenyap.

Permukiman, pertanian, alat logam, dan pemerintahan kembali berkembang dari bentuk yang jauh lebih sederhana. Kerajaan-kerajaan baru muncul di berbagai wilayah Terra.

Salah satu kerajaan yang kemudian memiliki pengaruh besar adalah Anasthaura. Pendiri dan generasi awal masyarakatnya mengklaim sebagai keturunan Kekaisaran Aethelgard. Klaim tersebut menjadi salah satu dasar legitimasi politik mereka meskipun kebenarannya tidak pernah dapat dibuktikan sepenuhnya.

Peradaban manusia pada masa ini berkembang di atas reruntuhan dunia sebelumnya yang tidak lagi mereka pahami.

Zaman Kerajaan Tinggi

±4.200–±3.001 SA

Pada Zaman Kerajaan Tinggi, kerajaan-kerajaan baru berkembang menjadi pusat kekuasaan besar. Teknologi perang, benteng, perdagangan, kota, pendidikan, dan pemerintahan meningkat pesat.

Empat kekuatan yang paling dikenal adalah Anasthaura, Wilatikta, Saharazad, dan Xianlong. Persaingan mereka akhirnya memicu Perang Kekuasaan, konflik besar yang melibatkan keempat kerajaan tersebut bersama berbagai kekuatan yang berada di sekitar mereka.

Perang tersebut mengubah peta Terra. Anasthaura dan Xianlong berkembang menjadi kekaisaran. Wilatikta menjadi salah satu kekuatan laut terbesar, sedangkan Saharazad tumbuh menjadi pusat ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Perdagangan serta hubungan pendidikan antarwilayah semakin berkembang setelah konflik berakhir.

Zaman Kegelapan dan Keemasan

±3.000–±2.201 SA

Perkembangan Terra pada Zaman Kegelapan dan Keemasan tidak berlangsung sama di semua wilayah. Sebagian masyarakat memasuki masa kemakmuran, pendidikan, pemikiran logis, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Daerah lain justru mengalami peperangan panjang, kekejaman penguasa, konflik internal, dan kemerosotan politik.

Perbedaan keadaan tersebut melahirkan nama Kegelapan dan Keemasan.

Salah satu perubahan terbesar dimulai dari Haqqanur. Seorang tokoh besar dari kerajaan tersebut menyebarkan ajaran yang dikenal sebagai “kebenaran”, dengan Saharazad menjadi salah satu pendukung dan sekutu utamanya.

Penyebaran ajaran tersebut kemudian memicu Perang Kebenaran. Xianlong ikut mendukung Haqqanur karena mengagumi budaya, kebaikan, dan gagasan yang berkembang di wilayah itu. Novorusk, yang kelak menjadi salah satu cikal bakal Varyesk, juga terlibat karena tertarik pada ajaran tersebut.

Perang memicu revolusi rakyat dan konflik internal di berbagai kerajaan yang berada di bawah pemerintahan buruk. Setelahnya, daerah yang berhasil memasuki jalur keemasan berkembang cepat dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, filsafat, dan astronomi awal.

Wilayah yang sebelumnya jatuh dalam kegelapan membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk pulih.

Zaman Kerajaan Modern

±2.200–1 SA

Pada Zaman Kerajaan Modern, perdagangan dan pelayaran berkembang semakin luas. Wilayah barat yang sebelumnya tertinggal mulai mengejar kemajuan kerajaan di timur. Eksplorasi, kolonisasi, migrasi, dan hubungan lintas wilayah menjadi semakin umum.

Dalam keadaan tersebut, Sorkhan tumbuh menjadi kekuatan besar. Di bawah ambisi raja ketiganya, Sorkhan memulai konflik yang dikenal sebagai Penaklukan Dunia. Dalam waktu singkat, kekuasaannya meluas hingga mencakup lebih dari setengah Terra.

Kekuasaan tersebut tidak bertahan lama. Wilayah yang terlalu luas, kepemimpinan yang buruk, pemberontakan, dan ketidakmampuan mempertahankan pemerintahan membuat kekuasaan Sorkhan runtuh dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Keruntuhan tersebut membawa dampak besar terhadap sejumlah kekuatan pada masa itu. Saharazad kehilangan kota pendidikan dan perpustakaan terbaiknya akibat kebijakan bumi hangus. Xianlong kemudian menjadi salah satu pusat kemajuan utama di timur meskipun kehilangan sebagian wilayahnya. Anasthaura mengalami kehancuran total dan akhirnya menghilang dari peta. Wilatikta relatif mampu bertahan karena kekuatan lautnya, tetapi kemudian mengalami konflik internal hingga terpecah menjadi beberapa kerajaan.

Perubahan politik tersebut membawa Terra menuju dunia yang semakin modern. Tidak lama setelahnya, perkembangan teknologi mesin menjadi titik perubahan besar berikutnya dalam sejarah manusia.

Zaman Revolusi Mesin

1–517 A

Tahun 1 Astra menjadi titik awal penanggalan modern. Perkembangan mesin uap dianggap sebagai perubahan yang cukup besar untuk memulai sistem kalender baru.

Pabrik awal, rel, mesin industri, meriam, dan prototipe senjata api berkembang. Banyak negara kecil serta negara merdeka baru bermunculan, meskipun beberapa kekuatan lama masih mempertahankan pengaruhnya.

Konflik terjadi di berbagai tempat, tetapi umumnya masih bersifat regional. Persaingan industri, politik, dan militer menjadi dasar perubahan menuju dunia modern.

Zaman Revolusi Industri Maju

518–1017 A

Pada Zaman Revolusi Industri Maju, mesin menjadi semakin kecil, kuat, efisien, dan mudah digunakan. Industri generasi kedua berkembang bersama kota modern, kendaraan baja, senjata baru, dan pesawat terbang awal.

Perdagangan lintas benua meningkat, tetapi persaingan kekuatan besar ikut membesar. Ketimpangan sosial semakin terlihat di kawasan industri dan wilayah koloni.

Ketegangan tersebut akhirnya berkembang menjadi Perang Dunia I. Pemicu langsungnya adalah pembunuhan seorang pangeran dan bangsawan di kawasan barat bagian timur. Konflik kemudian membesar karena nasionalisme ekstrem, imperialisme, sistem aliansi, serta persaingan ekonomi dan militer.

Perang dimenangkan oleh negara-negara barat bagian barat. Dampaknya membuat ekonomi wilayah barat bagian timur melemah, sementara kolonialisme berkembang lebih luas ke kawasan timur.

Setelah perang, negara-negara dunia mendirikan Liga Persatuan Perdamaian Negara (LPPN) dengan harapan konflik serupa tidak terjadi lagi.

Zaman Elektrifikasi

1018–1517 A

Pada Zaman Elektrifikasi, listrik, komunikasi jarak jauh, kendaraan modern, dan teknologi industri lanjut mulai menyebar. Terra memasuki dunia modern dalam bentuk yang semakin dikenal masyarakat setelahnya.

Kemajuan teknologi tidak menghilangkan konflik. Kolonialisme, kesenjangan sosial, ketidakadilan, dan depresi ekonomi memperburuk hubungan antarnegara.

Ketidakpuasan negara yang kalah dari perang sebelumnya, ditambah perkembangan teknologi militer dan persaingan kekuatan barat-timur, akhirnya memicu Perang Dunia II. Negara yang menjadi pemicu utama perang akhirnya kalah.

LPPN tidak mampu mencegah konflik sehingga dibubarkan dan digantikan oleh Organisasi Perdamaian Dunia (OPD). Banyak wilayah memperoleh kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri.

Jumlah negara Terra bertambah, meskipun perang regional dan konflik internal tetap terjadi.

Zaman Digital Awal

1518–2017 A

Pada Zaman Digital Awal, komputer, jaringan komunikasi, sistem energi yang lebih maju, serta teknologi militer modern berkembang pesat. Terra memasuki industri generasi ketiga.

Kerajaan hampir sepenuhnya digantikan oleh sistem pemerintahan modern. Bentuk persaingan antarnegara juga berubah. Konflik tidak selalu dilakukan melalui pengerahan pasukan di medan tempur, karena ekonomi, teknologi, informasi, propaganda, dan pengaruh politik turut menjadi bagian dari persaingan.

Tidak ada perang dunia besar selama periode ini, tetapi persaingan tetap kuat. Negara yang gagal mengikuti perkembangan pendidikan dan teknologi mulai kehilangan pengaruh, sementara ilmu pengetahuan berkembang semakin cepat.

Di sisi lain, ketimpangan sosial tetap menjadi masalah.

Zaman Digital Tinggi

2018–2517 A

Pada Zaman Digital Tinggi, teknologi informasi mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi. AI generasi awal, jaringan global, robot penjelajah, dan eksplorasi antariksa tanpa awak berkembang.

Hubungan antarnegara terlihat relatif stabil, tetapi dunia perlahan terbagi ke dalam tiga poros besar: Blok Barat, Blok Timur, dan Blok Netral. Pembagian tersebut merupakan dampak panjang dari konflik politik dan ideologi setelah Perang Dunia II.

Perang dunia terbuka tidak terjadi, tetapi ketiga poros bersaing melalui perang proksi, pengaruh ekonomi, teknologi, politik, dan konflik regional.

Zaman Antariksa Awal

2518–3017 A

Pada Zaman Antariksa Awal, peradaban manusia mulai bergerak secara serius menuju luar Terra. Kapal antariksa, stasiun orbit, robot eksplorasi, sistem militer luar angkasa, AI tingkat lanjut, dan koloni awal berkembang.

Bulan Terra mulai dihuni melalui berbagai kompleks koloni tertutup, sementara ambisi manusia terhadap dunia lain terus meningkat.

Persaingan Blok Barat dan Blok Timur akhirnya mencapai titik yang tidak dapat dikendalikan. Perang Dunia III meletus akibat perebutan posisi negara adidaya serta dominasi ekonomi global. Hampir seluruh dunia terlibat dan tidak ada pemenang yang jelas.

Negara-negara yang berada di garis depan mengalami kehancuran paling besar, sedangkan sebagian kekuatan Blok Netral yang jauh dari pusat peperangan relatif mampu mengurangi kerusakan. Meskipun demikian, ekonomi global tetap runtuh.

Terra keluar dari perang dalam keadaan sangat tidak stabil, sementara kebencian antara kekuatan besar tidak pernah benar-benar selesai.

Zaman Perang Nuklir

3018–3217 A

Pada Zaman Perang Nuklir, ketegangan setelah Perang Dunia III berkembang menjadi perang pemusnah. Blok Barat dan Blok Timur menolak mundur, sementara propaganda, kehancuran ekonomi, dan saling menyalahkan membuat konflik semakin sulit dihentikan.

Senjata nuklir dan berbagai bentuk senjata pemusnah massal akhirnya digunakan dalam skala global. Tidak ada pihak yang menang.

Kota-kota besar hancur, wilayah luas terkontaminasi, suhu Terra berubah, jaringan pangan dan air rusak, ekonomi runtuh, dan banyak negara kehilangan kemampuan mempertahankan pemerintahannya. Perang tersebut mengakhiri tatanan dunia teknologi lama.

Zaman Abu Nuklir

3218–3417 A

Setelah Perang Nuklir berakhir, Terra berada dalam keadaan rusak berat. Banyak kota tidak lagi layak dihuni, pemerintahan lama runtuh, dan sejumlah wilayah tetap berbahaya karena radiasi.

Manusia tidak kembali sepenuhnya ke kehidupan primitif. Teknologi masih bertahan di bunker, fasilitas militer, kota pertahanan, pusat penelitian, dan kawasan yang berhasil selamat. Namun akses terhadap teknologi tersebut terbatas. Sebagian dikuasai pemerintahan darurat, militer, atau kelompok kuat yang mampu menjaga fasilitas tersebut.

Negara-negara yang tidak lagi mampu berdiri sendiri mulai membentuk federasi darurat, koalisi regional, serta pemerintahan sisa. Konflik kembali terjadi karena perebutan wilayah rendah radiasi, air bersih, pangan, energi, jalur evakuasi, bunker, bendungan, dan kota yang masih memiliki infrastruktur aktif.

Pada akhir periode ini mulai muncul gagasan bahwa Terra membutuhkan organisasi yang mampu menjaga stabilitas dunia dengan kekuatan lebih besar daripada lembaga perdamaian sebelumnya. Namun keadaan masih terlalu kacau untuk benar-benar mewujudkannya.

Zaman Perang Dunia IV

3418–3517 A

Kelangkaan sumber daya akhirnya membawa Terra menuju Perang Dunia IV. Berbeda dari konflik dunia terdahulu, banyak pihak tidak lagi bertempur demi ideologi, melainkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Air bersih, sumber pangan, energi, mineral, wilayah dengan radiasi rendah, jalur laut yang masih dapat dilalui, dan pusat teknologi lama menjadi alasan utama peperangan. Negara yang masih memiliki sumber daya menjadi sasaran.

Wilayah yang tidak mampu mempertahankan diri runtuh, diserap oleh kekuatan lain, atau terpecah. Banyak batas lama menghilang. Wilayah baru lahir melalui penaklukan, penyatuan paksa, perjanjian bertahan hidup, federasi besar, dan pemerintahan gabungan.

Perang tersebut membuat manusia semakin dekat pada kepunahan. Kesadaran bahwa satu konflik besar lagi dapat mengakhiri peradaban akhirnya mendorong berbagai pihak mencari jalan keluar.

Perang Dunia IV berakhir melalui Konferensi Concordia Terra. Konferensi tersebut menghasilkan Piagam Satu Terra dan membentuk dasar tatanan baru dengan KGT sebagai salah satu kekuatan utama penjaga stabilitas dunia.

Zaman Rekonstruksi Terra

3518–3717 A

Setelah Perang Dunia IV, Terra mulai membangun kembali kehidupan secara lebih terorganisasi. Negara-negara yang berhasil bertahan perlahan melebur menjadi kekuatan yang lebih besar. Proses tersebut akhirnya menjadi dasar terbentuknya empat belas negara utama Era Futuristik.

Piagam Satu Terra mengatur sejumlah kesepakatan besar. Manusia menggunakan satu bahasa dunia untuk kebutuhan resmi, satu sistem mata uang bersama, dan menerapkan pelarangan terhadap senjata pemusnah massal.

KGT memperoleh mandat yang lebih keras daripada LPPN maupun OPD. KGT tidak hanya menjadi simbol diplomasi, tetapi memiliki kewenangan mengawasi aktivitas militer, mencegah pengembangan senjata pemusnah massal, serta menghadapi kekuatan yang berpotensi memicu perang global.

Terra mulai pulih, tetapi sebagian besar wilayah masih membawa dampak Perang Nuklir dan konflik berikutnya. Radiasi, kerusakan lingkungan, dan infrastruktur yang hilang membutuhkan waktu panjang untuk diperbaiki.

Zaman Futuristik Awal

3718–3917 A

Pada Zaman Futuristik Awal, pemulihan Terra mulai menunjukkan hasil besar. Empat belas negara utama telah terbentuk melalui sejarah panjang perang, migrasi, penyatuan, dan rekonstruksi.

Kota-kota dibangun kembali, pemerintahan menjadi lebih stabil, dan teknologi tinggi mulai kembali berkembang. KGT tumbuh menjadi penjaga utama stabilitas internasional.

Ambisi antariksa manusia juga kembali berkembang. Koloni di Bulan Terra berkembang melalui kota dan kompleks tertutup, sementara proyek luar planet terus diperluas. Novel kemudian menunjukkan salah satu permukiman tersebut melalui Koloni Aramis di Bulan Terra, yang terpisah dari Koloni Orbit Caelith.

Pada saat yang sama, Areska menjadi salah satu pusat proyek terraforming dan kolonisasi planet manusia.

Kemakmuran Terra meningkat pesat. Banyak kawasan pascaperang berhasil dipulihkan, meskipun tidak seluruh kerusakan dunia lama dapat diselamatkan.

Zaman Futuristik Akhir

3918–4016 A

Pada Zaman Futuristik Akhir, peradaban manusia mencapai puncak perkembangan teknologinya. Kota besar dibangun di orbit sebagai penghubung ekonomi antara Terra, Bulan, dan jalur luar planet.

Teknologi penghapus radiasi berkembang dan membantu memulihkan wilayah yang selama berabad-abad sulit digunakan. Eksplorasi lautan mencapai hampir seluruh kawasan yang dapat dijangkau manusia, sementara ekspedisi antarplanet menjadi semakin nyata.

Komunikasi berkecepatan tinggi, AI lanjut, kota orbit, sistem antariksa, dan kolonisasi awal planet lain menjadi bagian dari kehidupan modern. KGT memperoleh kepercayaan besar dari banyak negara karena selama waktu panjang mampu menekan kelompok ekstremis dan menghentikan berbagai upaya yang berpotensi memicu perang besar.

Kemakmuran tersebut tidak membuat Terra terbebas dari berbagai persoalan. Wilayah kumuh masih ada, ketimpangan ekonomi dan sosial tetap terjadi, konflik kecil tidak pernah benar-benar menghilang, dan beberapa daerah berkembang jauh lebih lambat daripada pusat dunia.

Pada periode akhir, berbagai keanehan juga mulai dicatat. Salah satunya adalah kemunculan pulau misterius yang tidak dapat ditemukan kembali setelah ekspedisi militer dilakukan. Arka juga mulai memasuki penelitian manusia meskipun pemahaman terhadapnya masih sangat terbatas.

Bagi masyarakat umum, cerita mengenai sihir dan dunia mistis sudah lama dianggap dongeng. Hampir tidak ada yang menganggap legenda tersebut memiliki hubungan dengan dunia modern.

Pada 21 Lumera 4016, sekitar pukul 23.00 waktu kawasan seperti Tavaru dan Khamrith, tragedi yang kelak disebut Sangkala Purba dimulai. Monster muncul tidak hanya di Terra, tetapi juga menyerang wilayah manusia di Bulan, Caelith, Asterion, dan Planet Areska.

Dalam beberapa hari berikutnya, kehidupan yang telah dibangun selama berabad-abad mulai mengalami keruntuhan. Militer manusia bertempur melawan monster dalam skala dunia dan jumlah korban meningkat sangat cepat.

Kemudian muncul Ambang Langit, laut menjadi semakin berbahaya, komunikasi mulai kehilangan kestabilan, dan kemampuan negara untuk mempertahankan wilayah terus melemah. Peristiwa-peristiwa tersebut mengakhiri keadaan Terra yang sebelumnya menjadi dasar kemajuan Era Futuristik dan membawa dunia menuju perubahan berikutnya.

Zaman Liraya

4017 A–sekarang

Zaman Liraya dimulai pada 1 Astera 4017, setelah rangkaian kehancuran yang dimulai oleh Sangkala Purba mencapai tahap akhirnya melalui Konvergensi Terra.

Konvergensi mengubah planet dalam skala yang belum pernah terjadi pada sejarah manusia modern. Geografi berubah, wilayah lama rusak atau hilang, dan dunia yang sebelumnya dapat dipetakan secara pasti tidak lagi memiliki bentuk yang sama.

Kehancuran umat manusia tidak berasal dari Konvergensi saja. Serangan monster telah berlangsung sejak Sangkala Purba. Transportasi udara runtuh, perjalanan laut semakin berbahaya, komunikasi melemah, kota-kota hancur, jaringan pangan dan logistik terputus, benda langit menghantam Terra, dan berbagai bencana lain berlangsung dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Dari sekitar 43 miliar manusia, populasi akhirnya hanya tersisa sekitar 480 juta jiwa. Komposisi penyintas diperkirakan sekitar 70% perempuan dan 30% laki-laki. Angka tersebut menggambarkan keadaan setelah keseluruhan rangkaian kehancuran dari Sangkala Purba hingga Konvergensi Terra, bukan korban satu kejadian saja. Konsep populasi tersebut memang merupakan bagian dari panduan Zaman Liraya yang sudah ditetapkan dalam wiki.

Pada pukul 11.00 WGT, 1 Astera 4017, Konvergensi Terra berakhir. Pada detik terakhir itu, komunikasi jarak jauh di seluruh Terra terputus. Dalam versi novel terbaru, ras lain juga telah muncul di Terra tanpa satu pun manusia menyadarinya saat itu.

Monster bukan sesuatu yang baru muncul pada saat tersebut karena mereka sudah menjadi ancaman sejak Sangkala Purba.

Dunia setelah Konvergensi kemudian dipenuhi lebih banyak hal yang tidak dikenal manusia: ras lain, sumber daya baru, zona aneh, berbagai perubahan yang berhubungan dengan Arka, serta kekuatan yang pada masa sebelumnya hanya mungkin dianggap sebagai sihir.

Teknologi Era Futuristik tidak sepenuhnya hilang. Senjata, komputer, kendaraan, AI, fasilitas industri, dan berbagai peninggalan peradaban lama masih dapat digunakan. Namun kondisi dunia tidak lagi sama.

Ambang Langit membatasi penerbangan dan serangan tertentu. Ambang Komunikasi memecah jaringan global. Laut menjadi jauh lebih berbahaya, sementara monster memiliki kemampuan yang tidak selalu dapat diatasi menggunakan senjata lama.

Bagi manusia, keadaan tersebut terasa seolah-olah Terra sendiri membatasi mereka agar tidak lagi hanya bergantung pada teknologi. Apakah Terra benar-benar memiliki kehendak seperti itu atau keadaan tersebut hanya merupakan akibat hukum dunia yang berubah menjadi persoalan yang jauh lebih dalam.

Manusia juga mulai menghadapi kenyataan bahwa sejarah mereka tidak lengkap. Legenda mengenai sihir, Zaman Hilang, peradaban mistis, dan berbagai peninggalan yang dahulu dianggap mustahil mulai mendapatkan arti baru.

Seiring berkembangnya Zaman Liraya, misteri lain seperti reinkarnasi, peradaban mistis, serta siklus kosmik Terra akan perlahan kembali muncul ke permukaan.

Zaman Liraya merupakan masa utama dunia Evlors. Manusia yang tersisa menghadapi kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan sekaligus memahami kembali Terra, sebuah planet yang selama ribuan tahun mereka anggap telah dikenal.

Leave a Comment

Bagikan Dok ini

Sejarah Dunia Terra

Atau salin tautan

ISI

Evlors

Evlors adalah judul utama sekaligus identitas besar dari kisah yang berpusat pad

Arti Nama Novel

Sistem Waktu Terra

Sistem Waktu Terra adalah tatanan penghitungan dan penyelarasan waktu yang digun

Hakikat Sangkala Purba

Bagi penduduk Terra, Sangkala Purba dikenal sebagai bencana purba yang menghancu

Terra dalam Pengataman Vesqynae

Di antara seluruh dunia yang pernah diamati Vesqynae sepanjang keberadaan mereka

Terra Spesifik

Rahasia Besar Vesqynae

Terdapat dua hal mengenai Vesqynae yang tidak pernah mereka sampaikan kepada sia

Rahasia & Misteri

Arka

Arka Arka adalah tenaga dasar yang berasal dari Nullaris, ruang di luar lingkar

Nullaris

Nullaris adalah ruang yang berada di luar lingkar semesta, tempat hukum keberada

Cahaya Jiwa Coloni

Cahaya Jiwa Koloni adalah fenomena kosmik berupa satu titik cahaya yang terbentu

Fenomena Kosmik

Chat Icon Close Icon