Sangkala Purba
Sangkala Purba adalah fenomena purba berskala besar yang berkaitan dengan peningkatan pengaruh Arka, perubahan makhluk hidup, perubahan lingkungan, serta ketidakstabilan tatanan dunia. Fenomena ini tidak terbatas pada Terra dan dapat terjadi pada peradaban lain di alam semesta.
Sangkala Purba yang terjadi di Terra memiliki karakteristik khusus karena pernah ditahan dan kemudian dimodifikasi oleh Makhluk Pengamat. Peristiwa tersebut dimulai pada 21 Lumera 4016 Astra dan menjadi awal rangkaian kehancuran yang mengakhiri Zaman Futuristik, sebelum mencapai tahap berikutnya melalui Konvergensi Terra.
Informasi Umum
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Sangkala Purba |
| Jenis | Fenomena purba terkait Arka |
| Awal di Terra | 21 Lumera 4016 Astra |
| Waktu awal | 17.00 WGT / sekitar 23.00 waktu Tavaru dan Khamrith |
| Era | Akhir Zaman Futuristik |
| Dampak utama | Peningkatan pengaruh Arka, perubahan makhluk hidup, kemunculan monster, dan runtuhnya tatanan manusia |
| Peristiwa terkait | Ambang Langit, perubahan laut, gangguan komunikasi, Konvergensi Terra |
| Era berikutnya | Zaman Liraya, setelah Konvergensi Terra selesai |
Sifat Sangkala Purba
Sangkala Purba bukan bencana alam biasa dan tidak bekerja sebagai satu peristiwa penghancuran yang selesai dalam waktu singkat. Fenomena ini mengubah hubungan antara Arka, lingkungan, dan makhluk hidup dalam skala luas.
Dampaknya dapat berbeda pada setiap dunia, tetapi secara umum dapat melibatkan perubahan biologis, munculnya kemampuan baru, perubahan lingkungan, fenomena yang sebelumnya tidak dikenal, kemunculan monster, serta perubahan keseimbangan antara makhluk hidup dan peradaban yang menghuninya.
Sebuah peradaban tidak selalu musnah setelah mengalami Sangkala Purba. Tingkat kehancuran bergantung pada kemampuan penghuninya untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.
Terra mengalami bentuk Sangkala Purba yang tidak sepenuhnya alami. Makhluk Pengamat telah menahan kemunculannya dalam waktu tertentu dan kemudian memodifikasi sebagian mekanismenya sebelum fenomena tersebut berlangsung.
Sangkala Purba di Terra
Sebelum 21 Lumera 4016, Terra berada pada penghujung Zaman Futuristik. Peradaban manusia telah memiliki teknologi tinggi, kecerdasan buatan maju, jaringan komunikasi global, koloni di Bulan Terra, kota orbit, serta fasilitas manusia yang telah mencapai wilayah seperti Asterion dan Planet Areska.
Arka sendiri telah ditemukan dan diteliti secara terbatas oleh KGT sebelum Sangkala Purba. Namun, keberadaannya belum menjadi pengetahuan umum dan manusia belum memahami sifat maupun penggunaannya secara menyeluruh.
Sangkala Purba dimulai pada 21 Lumera 4016. Di wilayah seperti Tavaru dan Khamrith, tahap awalnya berlangsung sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Keheningan dan fenomena lingkungan yang tidak biasa muncul sebelum hewan mulai menunjukkan perilaku, daya tahan, dan kemampuan yang sebelumnya tidak mungkin dimiliki.
Memasuki 22 Lumera, serangan monster telah berkembang menjadi krisis di berbagai wilayah Terra. Kekacauan juga tidak terbatas pada permukaan planet. Fasilitas manusia di Bulan Terra, Koloni Orbit Caelith, Koloni Singgah Asterion, dan wilayah kolonisasi di Planet Areska turut terdampak.
Istilah Sangkala Purba belum digunakan oleh manusia ketika peristiwa tersebut dimulai. Nama tersebut diberikan kemudian untuk menyebut fenomena dan rangkaian tragedi yang bermula pada 21 Lumera.
Arka dan Perubahan Makhluk Hidup
Sangkala Purba tidak menciptakan Arka. Energi tersebut telah ada dan telah ditemukan manusia sebelum peristiwa ini berlangsung.
Perubahan utama yang terjadi adalah meningkatnya pengaruh Arka terhadap Terra dan kehidupan di dalamnya.
Makhluk hidup mulai menunjukkan kemampuan yang tidak dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan Era Futuristik, termasuk manipulasi api, listrik, es, air, peningkatan kemampuan fisik, serta berbagai fenomena lainnya.
Perubahan tersebut tidak berlangsung secara seragam. Sebagian hewan mengalami perubahan fisik yang besar, sebagian mempertahankan bentuk dasarnya tetapi memperoleh daya tahan atau kemampuan baru, sedangkan makhluk lainnya memiliki asal-usul yang tidak dapat dijelaskan hanya sebagai hasil perubahan hewan Terra.
Pada 30 Lumera 4016, informasi mengenai Arka mulai dibuka secara terbatas kepada lingkungan militer. Pada saat itu diketahui bahwa manusia juga dapat berinteraksi dengan Arka, tetapi mekanisme, batas, risiko, dan metode penggunaannya masih belum dipahami dengan baik.
Menjelang akhir Konvergensi Terra, KGT kemudian menyebarkan lebih banyak hasil penelitian Arka kepada para penyintas.
Monster
Monster menjadi ancaman utama yang paling awal terlihat setelah Sangkala Purba dimulai.
Asal monster tidak seluruhnya sama. Sebagian berasal dari makhluk yang sebelumnya telah hidup di Terra dan kemudian mengalami perubahan. Sebagian lainnya memiliki asal yang berbeda atau belum dapat dijelaskan secara pasti.
Karena itu, monster tidak diperlakukan sebagai satu spesies atau satu kelompok biologis dengan karakteristik yang seragam. Struktur tubuh, ketahanan, kemampuan, perilaku, kelemahan, dan respons terhadap senjata dapat berbeda antarjenis.
Tidak seluruh monster yang kemudian hidup di Terra muncul pada malam pertama Sangkala Purba.
Fenomena tersebut menjadi awal berkembangnya ancaman monster, bukan satu peristiwa yang menciptakan seluruh monster dalam waktu bersamaan.
Makhluk Pengamat dan Modifikasi Sangkala
Makhluk Pengamat bukan pencipta Sangkala Purba. Fenomena tersebut telah ada secara independen.
Makhluk Pengamat memiliki pengetahuan mengenai sebagian mekanisme Sangkala Purba serta kemampuan untuk menahan dan memodifikasi bagaimana fenomena tersebut berlangsung di Terra.
Sangkala Terra seharusnya dapat terjadi sebelum tahun 4016, tetapi kemunculannya ditunda karena manusia dinilai belum siap menghadapi perubahan dalam skala tersebut. Penundaan ini dimaksudkan untuk memberi manusia kesempatan berkembang sebelum harus menghadapi Sangkala.
Makhluk Pengamat juga memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan manusia Terra. Dalam lore mereka, manusia dianggap sebagai harapan terakhir, sementara keberadaan sebuah jiwa tertentu yang telah lama mereka nantikan berkaitan dengan perjalanan Terra.
Ketika Sangkala akhirnya dilepaskan, Makhluk Pengamat melakukan perubahan terhadap mekanismenya.
Salah satu modifikasi terpenting adalah pembentukan jalur yang memungkinkan kehidupan dari dunia lain dipindahkan ke Terra.
Pemindahan Ras dan Segel Ingatan
Makhluk yang dipindahkan tidak berasal dari satu dunia atau peradaban. Mereka mencakup ras berakal, monster, dan bentuk kehidupan lain dengan sejarah serta perkembangan masing-masing.
Sebagian besar ras tersebut berasal dari peradaban yang sebelumnya gagal mencapai tujuan yang diharapkan oleh Makhluk Pengamat. Pemindahan ke Terra memberikan kesempatan baru bagi mereka untuk kembali berkembang dan menjadi bagian dari perkembangan dunia yang sama dengan manusia.
Namun, proses tersebut tidak berarti ras lain langsung muncul ketika Sangkala Purba dimulai.
Monster telah menyerang Terra sejak 21–22 Lumera 4016, sedangkan ras-ras dari dunia lain baru hadir di Terra pada detik terakhir Konvergensi Terra, 1 Astera 4017.
Pada saat itu, manusia belum mengetahui bahwa ras lain telah muncul di berbagai wilayah planet.
Makhluk yang dipindahkan juga tidak membawa seluruh ingatan kehidupan sebelumnya. Ingatan mengenai dunia asal, sejarah, bahasa, atau kehidupan sebelum pemindahan dapat tersegel, hilang sebagian, atau menjadi sangat kabur. Sebagian bahkan dapat menganggap Terra sebagai dunia asal mereka.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Segel Ingatan.
Hubungan dengan Zaman Hilang
Terra memiliki jejak hubungan dengan Arka yang jauh lebih tua daripada Sangkala Purba tahun 4016.
Catatan dan legenda mengenai Zaman Hilang atau Masa Mitos menyebut keberadaan manusia dengan kemampuan menyerupai sihir, teknologi yang tidak sesuai dengan tingkat peradaban kuno, serta berbagai fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh sejarah modern.
Peradaban pada masa tersebut kemudian runtuh. Sebagian besar pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengannya menghilang, sementara generasi berikutnya hanya mewarisi reruntuhan, artefak, legenda, dan catatan yang tidak lengkap.
Kemiripan antara fenomena pada Zaman Hilang dan Sangkala Purba menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara keduanya. Namun, hubungan antara kedua periode tersebut tidak dijelaskan lebih jauh.
Kehancuran Umat Manusia
Sangkala Purba menjadi awal rangkaian kehancuran terbesar yang dialami umat manusia modern.
Pada 23 Lumera 4016, KGT telah melaporkan tingkat kematian sekitar satu miliar manusia per hari.
Kondisi kemudian terus memburuk akibat perang melawan monster, kehancuran kota dan jaringan logistik, Ambang Langit, memburuknya kondisi laut, gangguan komunikasi, perubahan geografi, benda langit, serta Konvergensi Terra.
Pada akhir seluruh rangkaian tersebut, populasi manusia yang sebelumnya berjumlah sekitar 43 miliar jiwa tersisa sekitar 480 juta jiwa. Lebih dari 70% penyintas diperkirakan merupakan perempuan.
Angka tersebut bukan jumlah korban langsung Sangkala Purba.
Populasi sekitar 480 juta menggambarkan keadaan umat manusia setelah keseluruhan rangkaian kehancuran sejak 21 Lumera 4016 hingga berakhirnya Konvergensi Terra.
Hubungan dengan Konvergensi Terra dan Zaman Liraya
Sangkala Purba dan Konvergensi Terra merupakan dua peristiwa yang berbeda, tetapi berada dalam satu rangkaian perubahan.
Sangkala Purba dimulai pada 21 Lumera 4016 dan memicu peningkatan pengaruh Arka, perubahan makhluk hidup, kemunculan monster, serta awal runtuhnya peradaban manusia.
Dalam hari-hari berikutnya, Terra mengalami berbagai fenomena lain seperti Ambang Langit, memburuknya kondisi laut, gangguan komunikasi, dan kehancuran sistem transportasi.
Konvergensi Terra terjadi setelah rangkaian tersebut berkembang lebih jauh dan mengubah geografi serta keadaan planet dalam skala yang jauh lebih besar.
Pada 1 Astera 4017 pukul 11.00 WGT, Konvergensi Terra selesai. Pada tahap akhir tersebut, komunikasi jarak jauh Terra terputus dan ras lain telah muncul di planet tanpa diketahui manusia pada saat itu.
Karena itu, Sangkala Purba bukan awal langsung Zaman Liraya.
Sangkala Purba terjadi ketika Terra masih berada pada akhir Zaman Futuristik, sedangkan Zaman Liraya dimulai setelah Konvergensi Terra selesai pada 1 Astera 4017.

