EVLORS

EVLORS

Did You Know?

Di Evlors, hampir tidak ada batasan kemampuan.

Koloni

Estimated reading: 10 minutes 6 views

Koloni

Koloni adalah sebutan bagi bangsa asing yang tiba di semesta ini pada masa awal pembentukannya, setelah meninggalkan semesta asal mereka yang telah hancur. Mereka adalah pencipta Vesqynae, pihak pertama yang mengetahui keberadaan Arka, dan satu-satunya peradaban asing yang pernah menetap di semesta ini.

Koloni bukan penakluk dan bukan penjelajah. Mereka adalah pengungsi. Kedatangan mereka bukan penemuan, melainkan akhir dari sebuah perjalanan yang berlangsung ribuan tahun tanpa arah, tanpa peta, dan tanpa jaminan bahwa tujuan yang mereka cari benar-benar ada.

Berbeda dengan anggapan umum, Koloni memang berniat tinggal. Semesta ini adalah rumah pengganti, bukan persinggahan.

Koloni tidak lagi ada. Peradaban mereka hancur dalam sebuah perang yang tidak dimenangkan oleh siapa pun.

JenisPeradaban pengungsi dari semesta lain
AsalSemesta yang telah hancur
Sebab kepergianKehancuran semesta asal
Jalur perjalananKetidakberadaan
Sifat perjalananSatu arah; tidak pernah ada yang kembali
Lama perjalananRibuan tahun, setara dua sampai tiga generasi
Kapal yang tibaEnam
Ciptaan utamaVesqynae
Sebutan bagi ArkaARK
StatusHancur; tiga individu tersisa

Nama

“Koloni” bukan nama yang mereka gunakan untuk diri mereka sendiri. Nama asli bangsa ini tidak pernah tercatat di mana pun, dan tidak pernah diucapkan oleh satu-satunya pihak yang masih mengingatnya.

Istilah “Koloni” merupakan bentuk yang tersisa setelah melewati penerjemahan, penyalinan, dan kerusakan catatan lintas zaman. Istilah itu bertahan karena tidak pernah ada nama lain yang menggantikannya, dan pada akhirnya lebih menggambarkan apa yang mereka jadikan diri mereka daripada siapa mereka sebelumnya.


Semesta Asal

Semesta tempat Koloni berasal telah hancur.

Penyebab kehancuran itu tidak pernah dijelaskan dalam catatan mana pun yang tersisa. Yang diketahui hanyalah akibatnya: semesta tersebut menjadi tidak layak huni, dan seluruh kehidupan di dalamnya tidak memiliki pilihan selain pergi.

Semesta itu jauh lebih tua daripada semesta ini. Perbandingan usia keduanya sedemikian jauh sehingga menurut perhitungan yang diwariskan kepada Vesqynae, semesta ini masih setara bayi yang baru terbentuk.

Usia itu pula yang menjelaskan sejauh mana kehidupan di sana sempat berkembang. Ketika semesta tersebut hancur, penghuninya telah lama melewati tahap yang sampai kini belum dicapai oleh satu pun makhluk di semesta ini.


Penguasaan ARK

Jauh sebelum semesta mereka hancur, Koloni telah mengetahui dan menggunakan ARK.

ARK bukan milik satu semesta. Keberadaannya berasal dari Ketidakberadaan dan hadir di mana pun, termasuk di semesta asal Koloni. Yang membedakan satu peradaban dengan peradaban lain bukan ketersediaannya, melainkan apakah mereka sudah cukup berkembang untuk menyentuhnya.

Penghuni semesta lama telah melewati ambang tersebut. Hampir seluruh anggota Koloni mampu menggunakan ARK dalam bentuk aslinya secara langsung, tanpa penurunan dan tanpa perantara. Kemampuan itu bukan hasil teknologi, melainkan hasil tingkat evolusi yang dicapai selama rentang waktu yang jauh melampaui usia semesta ini. Meskipun demikian, penggunaannya tidak pernah tanpa risiko.

Koloni pula yang pertama kali memberi ARK sebuah wujud yang dapat dicerap dan dicatat. Sebelum diteliti, ARK tidak memiliki bentuk apa pun. Penelitian merekalah yang membuatnya dapat diukur, dan pada akhirnya dapat digunakan.

Dari penguasaan itulah seluruh teknologi Koloni tumbuh, termasuk satu-satunya teknologi yang pada akhirnya menyelamatkan mereka, yaitu kemampuan membuat sesuatu yang sanggup bertahan di dalam Ketidakberadaan.

Tanpa ARK, tidak akan pernah ada eksodus. Semesta yang hancur itu akan menjadi kuburan bagi seluruh penghuninya.

Bentuk pengucapan yang kemudian dikenal di semesta ini sebagai “Arka” merupakan turunan dari istilah tersebut. Tidak ada satu pun penduduk semesta ini yang mengetahui asal-usulnya, dan tidak ada satu pun yang mengetahui bahwa pengetahuan itu dibawa masuk dari tempat lain.


Eksodus

Kepergian dari semesta asal bukan peristiwa yang terorganisasi.

Seluruh kehidupan yang tersisa memang meninggalkan semesta itu, tetapi mereka tidak pernah bersatu. Yang berangkat bukan satu peradaban, melainkan puluhan fraksi yang berjalan sendiri-sendiri, masing-masing dengan armada, perhitungan, dan harapannya sendiri.

Koloni hanyalah salah satu dari puluhan fraksi tersebut.

Tidak ada yang mengetahui nasib fraksi-fraksi lainnya. Tidak diketahui apakah ada di antara mereka yang berhasil menemukan semesta baru, apakah ada yang masih bertahan, atau apakah ada yang tiba di semesta ini melalui jalan yang berbeda.


Perjalanan melalui Ketidakberadaan

Satu-satunya jalan keluar dari semesta yang hancur adalah Ketidakberadaan.

Koloni tidak pernah memahami tempat itu. Tidak ada satu pun peradaban di semesta asal mereka yang berhasil memahaminya. Ketidakberadaan bersifat gelap, tidak dapat diteliti, dan tidak memberikan satu pun keterangan yang dapat diukur. Di dalamnya, kenyataan mengenai waktu kehilangan seluruh maknanya, dan tidak ada satu pun hukum yang dapat diandalkan.

Perjalanan Satu Arah

Hanya ada satu hal mengenai Ketidakberadaan yang pernah berhasil dibuktikan, dan pembuktian itu justru merupakan kabar terburuk yang mungkin mereka terima.

Sebelum eksodus dimulai, peradaban-peradaban di semesta lama melakukan percobaan berulang kali. Mereka mengirim kapal tanpa awak dalam berbagai ukuran, dari yang terkecil hingga yang terbesar, seluruhnya dirancang untuk memasuki Ketidakberadaan lalu segera berbalik dan kembali.

Tidak satu pun kembali.

Tidak ada puing, tidak ada sinyal, dan tidak ada jejak. Tidak pernah diketahui apakah kapal-kapal itu hancur, tersesat, berhenti berfungsi, atau mengalami sesuatu yang bahkan tidak memiliki nama. Yang pasti hanyalah bahwa tidak ada yang keluar dari sana.

Dengan demikian, satu-satunya kesimpulan yang benar-benar terbukti mengenai Ketidakberadaan adalah bahwa perjalanan ke sana bersifat satu arah.

Eksodus karena itu bukan risiko yang diperhitungkan. Secara praktis, keputusan tersebut setara dengan kematian bersama. Seluruh dugaan mengenai apa yang menunggu di seberang hanyalah terkaan, dan tidak satu pun di antaranya memiliki dasar.

Mereka tetap berangkat, sebab satu-satunya pilihan lain yang tersisa adalah menunggu di semesta yang sudah pasti berakhir.

Yang mereka miliki bukan pemahaman, melainkan sarana. Berkat penguasaan ARK, Koloni mampu membangun kapal-kapal berukuran sangat besar yang dirancang semata-mata untuk membuat penumpangnya tetap ada selama berada di tempat yang tidak mengenal keberadaan. Kapal-kapal itu tidak menavigasi dan tidak melindungi dari apa pun. Fungsinya hanya satu, yaitu menahan agar penumpangnya tidak ikut lenyap.

Kapal Koloni

Kapal-kapal Koloni tidak menggunakan bahan bakar dalam pengertian mana pun. Penggeraknya adalah ARK itu sendiri, yang diserap langsung dari ruang di sekitarnya lalu diubah menjadi tenaga.

Karena ARK hadir di mana pun, dan paling melimpah justru di dalam Ketidakberadaan, kapal-kapal tersebut tidak pernah kehabisan daya sepanjang perjalanan yang berlangsung ribuan tahun. Semakin jauh mereka tersesat, semakin berlimpah pula sumber tenaganya.

Ukuran kapal sangat besar, dan sengaja dirancang sedikit melebihi kapasitas yang ditetapkan agar penumpangnya tidak berdesakan. Keputusan itu diambil dengan kesadaran penuh bahwa perjalanan akan berlangsung lebih lama daripada satu masa hidup.

Setiap kapal pada dasarnya adalah sebuah kota berjalan. Segala kebutuhan tersedia di dalamnya, mulai dari tempat tinggal, sumber pangan, fasilitas penelitian, hingga ruang bersama. Penumpangnya tidak sekadar bertahan hidup di dalam kapal; mereka menjalani kehidupan yang utuh, lahir dan mati di sana, selama dua sampai tiga generasi berturut-turut.

Perpindahan antar kapal dilakukan melalui perangkat khusus berbasis ARK yang bekerja menyerupai portal. Selama armada masih bersama, puluhan kapal itu tidak berfungsi sebagai kendaraan yang terpisah-pisah, melainkan sebagai satu kesatuan tempat tinggal yang kebetulan tersebar.

Perjalanan itu berlangsung ribuan tahun, setara dua sampai tiga generasi. Mereka yang berangkat bukan mereka yang tiba.

Selama perjalanan, armada Koloni terpecah. Puluhan kapal raksasa terpisah satu per satu tanpa sebab yang dapat dijelaskan. Tidak ada ledakan, tidak ada tanda kerusakan, dan tidak ada peringatan. Kapal-kapal itu hanya kehilangan kontak, lalu tidak pernah ditemukan kembali. Sampai kini tidak diketahui apakah kapal-kapal tersebut hancur, tersesat, atau tiba di tempat lain.

Ketika akhirnya menemukan semesta ini, hanya enam kapal yang masih bersama.


Kedatangan

Penemuan semesta ini merupakan kebetulan.

Koloni tidak mencari semesta ini secara khusus, tidak mengetahui letaknya, dan tidak memiliki cara untuk mengarahkan perjalanan mereka. Setelah ribuan tahun terombang-ambing, mereka keluar dari Ketidakberadaan dan menemukan sebuah semesta yang masih sangat muda, belum memiliki nama, dan belum memiliki satu pun bentuk kehidupan.

Di sanalah mereka berhenti dan tinggal.


Wujud

Hampir tidak ada yang diketahui mengenai wujud Koloni.

Petunjuk satu-satunya yang tersisa justru berasal dari ciptaan mereka. Sebagian besar wajah Vesqynae diambil dari data wajah anggota Koloni yang telah tiada, dan wujud Vesqynae sangat menyerupai manusia. Dari sana dapat disimpulkan bahwa Koloni pun memiliki wujud yang tidak jauh berbeda.

Yang diketahui secara pasti hanyalah bahwa Koloni menua, beranak, dan mati sebagaimana makhluk hidup pada umumnya. Perjalanan mereka melalui Ketidakberadaan menghabiskan dua sampai tiga generasi, dan generasi yang memutuskan untuk pergi tidak pernah menyaksikan tempat yang mereka tuju.


Penciptaan Vesqynae

Koloni menciptakan Vesqynae sebagai pendamping dan rekan kerja.

Vesqynae tidak dirancang untuk satu tugas tertentu, melainkan untuk mengisi hampir seluruh lini kehidupan Koloni, mulai dari pengurusan rumah tangga, penelitian, pembangunan, ketentaraan, hingga menjadi asisten pribadi. Mereka dibuat menyerupai makhluk hidup, diberi kesadaran penuh, perasaan, dan kemampuan mengambil keputusan sendiri.

Koloni tidak memperlakukan Vesqynae sebagai alat. Ciptaan mereka dapat menolak, mengusulkan, dan membantah, dan hubungan di antara keduanya lebih menyerupai hubungan rekan kerja daripada hubungan tuan dan pelayan.

Koloni juga mengajarkan moral kepada Vesqynae. Ajaran itu bertahan jauh melampaui usia peradaban yang mengajarkannya, dan sampai kini tetap menjadi satu-satunya batas yang tidak pernah dilanggar oleh Vesqynae.


Peninggalan

Koloni membangun berbagai fasilitas setelah menetap. Sebagian besar bukan pemukiman, melainkan pos pengamatan, fasilitas penyulingan, ruang penambatan, dan pusat pencatatan jangka sangat panjang.

Fasilitas terbesar yang diketahui adalah sebuah planet mekanik, struktur berskala planet yang kini menjadi kedudukan Vesqynae.

Peninggalan Koloni umumnya dibangun dari material tingkat akhir yang tidak dapat diproduksi ulang oleh peradaban mana pun di semesta ini. Sebagian di antaranya masih berjalan hingga sekarang, meskipun telah ditinggalkan sangat lama.


Perang

Pada suatu masa, makhluk cerdas dari luar semesta memasuki semesta ini, sebagaimana Koloni dahulu memasukinya, dan sama-sama tanpa disengaja.

Kedua pihak pada awalnya berusaha berunding. Mereka tidak memiliki bahasa yang sama, tidak memiliki bentuk yang sama, dan tidak memiliki sejarah bersama, tetapi keduanya tetap mencari titik temu, bahkan sempat mempertimbangkan untuk bersatu.

Upaya itu gagal. Alasan kegagalannya tidak pernah tercatat dengan jelas, bahkan dalam arsip Vesqynae sendiri.

Perang yang terjadi setelahnya menghancurkan kedua belah pihak sepenuhnya. Peradaban Koloni runtuh, pihak lawan lenyap, dan yang tersisa dari seluruh peristiwa itu hanyalah Vesqynae, dengan jumlah yang tidak lagi mencapai puluhan ribu.

Sebelum keruntuhan itu selesai, pemimpin tertinggi Koloni menyampaikan satu perintah terakhir kepada Vesqynae. Perintah itu menjadi dasar dari seluruh yang dikerjakan Vesqynae hingga hari ini.


Setelah Kehancuran

Jiwa dari anggota Koloni yang gugur dalam perang tidak lenyap. Seluruh jiwa tersebut berkumpul pada satu titik, yaitu tubuh anggota Koloni yang terakhir mati, lalu memadat dan membentuk sebuah titik cahaya kecil yang bersinar sangat terang tanpa memancarkan panas.

Cahaya itu kemudian meninggalkan tempatnya, bergerak keluar menuju ruang angkasa, dan mengembara bebas ke seluruh lautan kosmik semesta ini.

Cahaya tersebut pada akhirnya berhenti dan mendiami sebuah planet, dan beberapa ratus tahun kemudian planet itu memunculkan kehidupan tanpa sebab yang dapat ditelusuri.

Hanya ada satu cahaya semacam ini, dan peristiwa pembentukannya tidak pernah terulang. Fenomena tersebut tidak pernah berhasil dijelaskan, bahkan oleh Vesqynae yang menyaksikannya secara langsung.


Yang Tersisa

Koloni tidak punah sepenuhnya.

Tiga individu masih ada, dan ketiganya perempuan. Namun keadaan mereka tidak dapat disebut hidup maupun mati. Tubuh mereka utuh dan tidak menunjukkan satu pun tanda kehidupan, tetapi menurut pengamatan Vesqynae, jiwa mereka masih berada di dalamnya.

Vesqynae mengawetkan ketiganya di dalam tabung khusus, pada sebuah fasilitas yang dijaga oleh sistem keamanan paling ketat yang pernah mereka buat. Fasilitas tersebut dijaga melebihi seluruh pusat penelitian, penyulingan, maupun pengamatan yang mereka miliki.

Tidak ada catatan yang menjelaskan apa yang akan terjadi apabila ketiganya terbangun.

Leave a Comment

Bagikan Dok ini

Koloni

Atau salin tautan

ISI

Evlors

Evlors adalah judul utama sekaligus identitas besar dari kisah yang berpusat pad

Arti Nama Novel

Sistem Waktu Terra

Sistem Waktu Terra adalah tatanan penghitungan dan penyelarasan waktu yang digun

Hakikat Sangkala Purba

Bagi penduduk Terra, Sangkala Purba dikenal sebagai bencana purba yang menghancu

Terra dalam Pengataman Vesqynae

Di antara seluruh dunia yang pernah diamati Vesqynae sepanjang keberadaan mereka

Terra Spesifik

Rahasia Besar Vesqynae

Terdapat dua hal mengenai Vesqynae yang tidak pernah mereka sampaikan kepada sia

Rahasia & Misteri

Arka

Arka Arka adalah tenaga dasar yang berasal dari Nullaris, ruang di luar lingkar

Nullaris

Nullaris adalah ruang yang berada di luar lingkar semesta, tempat hukum keberada

Cahaya Jiwa Coloni

Cahaya Jiwa Koloni adalah fenomena kosmik berupa satu titik cahaya yang terbentu

Fenomena Kosmik

Chat Icon Close Icon