Floramora
Julukan: Bunga Resonansi · Pemakan Kesadaran · Bunga Abadi
Informasi Umum
| Atribut | Keterangan |
|---|---|
| Peringkat | M — Mythic |
| Kategori | Flora Monster |
| Habitat | Wilayah dengan kepadatan Arka sangat tinggi |
| Jumlah Individu | Maksimal 3 individu hidup di seluruh Terra |
Nama Individu
❖ Mahkota Jiwa (Bunga Inti)
Satu-satunya bunga yang memancarkan resonansi Arka secara aktif. Mahkota Jiwa adalah sumber utama seluruh efek Floramora. Selama Mahkota Jiwa tetap hidup, bencana tidak dapat dihentikan — tidak peduli berapa banyak Kembang Bayang yang sudah dihancurkan.
Mahkota Jiwa tidak dapat diidentifikasi secara kasat mata karena bentuknya identik dengan seluruh Kembang Bayang di sekitarnya. Satu-satunya cara membedakannya adalah melalui pembacaan Arka yang sangat presisi, atau kemampuan tertentu yang secara langsung merespons sumber resonansi.
❖ Kembang Bayang (Bunga Decoy)
Bunga tiruan yang ditumbuhkan Floramora di sekitar Mahkota Jiwa. Kembang Bayang tidak menghasilkan resonansi sendiri, tetapi memperkuat intensitas resonansi di area lokal dan mempersulit identifikasi Mahkota Jiwa secara drastis. Dalam kondisi penuh, satu individu Floramora dapat menumbuhkan puluhan hingga ratusan Kembang Bayang sekaligus.
Deskripsi Umum
Floramora secara fisik hanyalah bunga berukuran kecil hingga sedang. Bentuknya selalu berubah — tidak ada dua individu Floramora yang memiliki tampilan identik, dan bahkan satu individu dapat mengubah bentuknya secara perlahan seiring waktu.
Meskipun demikian, seluruh individu selalu memiliki pola inti Arka yang sama. Pola ini menjadi satu-satunya penanda konsisten yang memungkinkan para peneliti mengidentifikasinya sebagai spesies yang sama.
Dalam keadaan normal, Floramora bersifat pasif dan hampir tidak bergerak. Ia tidak berburu dan tidak mengejar mangsa.
Regenerasi Populasi
Apabila satu individu musnah, benih baru tidak langsung terbentuk. Arka dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga beberapa dekade untuk membentuk satu individu baru di lokasi dengan kepadatan Arka ekstrem. Karena itu, pemusnahan satu individu dianggap sebagai peristiwa penting secara ekologis maupun strategis.
Perilaku
Floramora baru menjadi aktif apabila mendeteksi kepadatan makhluk hidup dalam jumlah besar di sekitarnya. Semakin banyak kehidupan yang terdeteksi, semakin kuat resonansi Arka yang dipancarkan oleh Mahkota Jiwa.
Karena sifatnya ini, ancaman terbesar Floramora justru muncul di lingkungan padat, antara lain:
- Kota besar
- Pangkalan militer
- Pusat evakuasi pengungsi
- Koloni luar angkasa
Kemampuan
Resonansi Arka
Mahkota Jiwa memancarkan resonansi Arka yang secara bertahap mengganggu dan merusak struktur kesadaran makhluk hidup di sekitarnya. Resonansi ini bukan racun, bukan virus, bukan jamur, dan bukan radiasi — melainkan fenomena Arka murni, sehingga seluruh teknologi pendeteksi kimia maupun biologis tidak mampu mendeteksinya sama sekali.
Kembang Bayang (Bunga Decoy)
Floramora menumbuhkan bunga tiruan di sekitar Mahkota Jiwa. Seluruh Kembang Bayang memiliki bentuk yang hampir identik dengan bunga inti. Mereka tidak menghasilkan resonansi sendiri, tetapi memperkuat efek resonansi di area lokal sekaligus menyulitkan identifikasi Mahkota Jiwa secara sangat signifikan.
Resonator Pasif
Korban yang telah memasuki Tahap IV secara tidak sadar menjadi resonator pasif di dalam area pengaruh Floramora. Mereka tidak dapat memperluas jangkauan resonansi ke luar batas yang sudah ada, tetapi memperkuat intensitas resonansi di dalam area tersebut secara keseluruhan — menjadikan lingkungan semakin berbahaya bagi makhluk hidup yang baru memasuki zona.
Tahapan Paparan Resonansi
Tahap I — Gangguan Persepsi
Gejala awal yang muncul saat pertama kali memasuki area resonansi:
- Sakit kepala
- Telinga berdenging
- Ilusi visual ringan
- Kehilangan fokus dan konsentrasi
Pada tahap ini korban masih dapat pulih sepenuhnya apabila segera meninggalkan area.
Tahap II — Distorsi Realitas
Resonansi mulai memengaruhi penilaian dan persepsi secara lebih mendalam:
- Halusinasi visual
- Halusinasi suara
- Kepanikan yang sulit dikendalikan
- Kesalahan serius dalam pengambilan keputusan
Korban masih memiliki peluang besar untuk pulih apabila segera dibawa keluar dari area resonansi dan mendapat penanganan yang tepat.
Tahap III — Disorientasi Kognitif
Korban tidak lagi mampu membedakan realitas dari halusinasi. Kerusakan mental mulai bersifat permanen.
- Berkeliaran tanpa tujuan
- Menganggap kawan sebagai ancaman berbahaya
- Menganggap monster atau bahaya nyata sebagai sesuatu yang aman
- Menyerang siapa saja tanpa alasan yang jelas
- Berbicara kepada objek atau entitas yang tidak ada
Pemulihan pada tahap ini masih dimungkinkan, tetapi membutuhkan waktu panjang dan penanganan khusus. Sebagian kerusakan mungkin tidak sepenuhnya dapat diperbaiki.
Tahap IV — Sinkronisasi
Tahap akhir yang mengubah korban menjadi sumber makanan hidup bagi Floramora.
Korban secara sukarela mendekati Mahkota Jiwa. Mereka tidak lagi merasakan rasa sakit, ketakutan, atau kesadaran akan bahaya — yang mereka rasakan hanyalah ketenangan, kebahagiaan, dan perasaan aman yang dalam.
Setelah korban cukup dekat, akar Floramora akan menembus tubuh korban secara perlahan. Floramora kemudian menyerap nutrisi, energi biologis, dan Arka dari tubuh korban secara terus-menerus, sembari mengalirkan kembali nutrisi secukupnya agar korban tetap hidup selama mungkin.
Korban pada tahap ini akan secara naluriah melindungi Floramora dari segala ancaman, tanpa pernah menyadari bahwa dirinya sedang dijadikan sumber makanan hidup yang berkelanjutan.
Kelemahan
- Sangat rentan terhadap api dalam segala bentuknya
- Dapat dimusnahkan secara permanen dengan mencabut seluruh sistem akar hingga ke dasarnya, termasuk Mahkota Jiwa
- Individu dengan kepadatan Arka sangat tinggi atau kemampuan ketahanan mental tertentu memiliki resistansi yang jauh lebih besar terhadap resonansi, meskipun tidak sepenuhnya kebal
- Menghancurkan Kembang Bayang tidak menghentikan resonansi — satu-satunya cara menghentikan bencana adalah menemukan dan memusnahkan Mahkota Jiwa
Catatan Sejarah
Insiden Koloni Orbit Caelith
Insiden Koloni Orbit Caelith tercatat sebagai bencana paling terkenal yang melibatkan Floramora dalam sejarah Terra.
Dalam waktu kurang dari satu jam setelah kehadiran Floramora terdeteksi, sebagian besar penghuni koloni kehilangan kemampuan membedakan realitas. Resonansi Arka yang dipancarkan Mahkota Jiwa diperkuat secara masif oleh jaringan distribusi Arka koloni yang terhubung ke seluruh modul hunian — infrastruktur yang semula dirancang untuk kenyamanan penghuni, namun justru berubah menjadi jalur penyebaran resonansi yang tidak terbendung.
Kekacauan yang terjadi menyebabkan sistem pertahanan, logistik, dan keselamatan koloni runtuh secara berurutan sebelum sumber ancaman berhasil diidentifikasi. Hingga kini, detail lengkap mengenai bagaimana Floramora dapat mencapai Koloni Orbit Caelith belum pernah diungkap secara resmi.

