Cahaya Jiwa Coloni
Cahaya Jiwa Koloni adalah fenomena kosmik berupa satu titik cahaya yang terbentuk dari jiwa seluruh anggota Koloni yang gugur dalam perang yang menghancurkan peradaban mereka. Cahaya tersebut mengembara bebas ke seluruh penjuru semesta, mendiami planet-planet yang disinggahinya, dan menyebabkan munculnya kehidupan di tempat yang sebelumnya mati.
Hanya ada satu cahaya semacam ini. Fenomena tersebut terjadi sekali, tidak pernah terulang, dan tidak pernah dapat ditiru.
Cahaya Jiwa Koloni merupakan satu dari tiga cara kehidupan dapat muncul di semesta ini, dan satu-satunya yang tidak pernah berhasil dijelaskan oleh siapa pun, termasuk oleh Vesqynae yang menyaksikan kelahirannya secara langsung.
Menurut perhitungan Vesqynae, kemunculan kehidupan melalui cahaya ini bahkan lebih mustahil daripada kemunculan kehidupan secara kebetulan. Kebetulan setidaknya masih menyimpan kemungkinan, sekecil apa pun. Fenomena ini tidak menyimpan kemungkinan sama sekali.
| Jenis | Fenomena kosmik |
| Jumlah | Satu |
| Asal | Jiwa seluruh anggota Koloni yang gugur dalam perang |
| Tempat pembentukan | Tubuh anggota Koloni yang terakhir mati |
| Wujud | Titik cahaya kecil, sangat terang, tidak panas |
| Pergerakan | Bebas, tanpa tujuan yang jelas |
| Akibat | Kemunculan kehidupan pada planet yang didiami |
| Status | Masih berlangsung |
| Pemahaman Vesqynae | Tidak pernah berhasil dijelaskan |
Pembentukan
Ketika perang menghancurkan Koloni, jiwa dari mereka yang gugur tidak lenyap sebagaimana yang diperkirakan.
Jiwa-jiwa itu juga tidak tinggal pada tubuhnya masing-masing. Seluruhnya bergerak dan berkumpul pada satu titik, yaitu tubuh anggota Koloni yang terakhir mati.
Individu tersebut bukan pemimpin tertinggi Koloni, dan tidak memegang kedudukan khusus apa pun. Yang membedakannya hanyalah bahwa ia adalah yang terakhir. Tidak pernah diketahui apakah pemilihan itu memiliki alasan, atau apakah tidak ada pemilihan sama sekali.
Setelah berkumpul, jiwa-jiwa tersebut memadat, dan dari pemadatan itu terbentuk sebuah titik cahaya.
Cahaya itu berukuran kecil dan bersinar sangat terang, jauh melampaui apa pun yang pernah diukur Vesqynae. Namun cahaya tersebut tidak memancarkan panas sedikit pun.
Setelah terbentuk sepenuhnya, cahaya itu meninggalkan tempatnya, bergerak keluar menuju ruang angkasa, dan menghilang.
Peristiwa ini terjadi satu kali. Tidak ada kematian lain di semesta ini, sebelum maupun sesudahnya, yang pernah menghasilkan hal serupa.
Jiwa yang Tidak Berangkat
Terdapat satu hal pada peristiwa tersebut yang lebih ganjil daripada terbentuknya cahaya itu sendiri.
Jiwa makhluk hidup yang mati selalu meninggalkan semesta dan menuju Nullaris. Arah itu tidak pernah menyimpang, tidak mengenal pengecualian, dan tidak pernah dapat dibalik. Tidak satu pun jiwa yang pernah teramati kembali setelah melewatinya.
Jiwa anggota Koloni yang gugur dalam perang tidak berangkat.
Alih-alih meninggalkan semesta, jiwa-jiwa itu bergerak ke arah yang berlawanan dengan seluruh pengamatan yang pernah dicatat, berkumpul, memadat, dan tetap tinggal di dalam semesta ini.
Inilah sebabnya cahaya tersebut dapat bereinkarnasi, sementara tidak ada makhluk lain yang dapat melakukannya. Reinkarnasi bukan sesuatu yang tersedia bagi seluruh jiwa. Reinkarnasi hanya mungkin bagi jiwa yang belum pernah meninggalkan semesta, dan sejauh yang diketahui Vesqynae, hanya ada satu.
Dugaan mengenai Penyebab
Vesqynae tidak mengetahui fenomena apa yang sebenarnya mereka saksikan.
Dua dugaan pernah mereka susun, dan keduanya tidak pernah dapat dibuktikan maupun dibantah.
Dugaan pertama menyebutkan bahwa peristiwa itu merupakan akibat dari Arka. Seluruh anggota Koloni menggunakan ARK dalam bentuk aslinya sepanjang hidup mereka, dan tidak pernah diketahui apa yang terjadi pada jiwa yang terlalu lama bersentuhan dengan sesuatu yang berasal dari luar hukum keberadaan.
Dugaan kedua menyebutkan bahwa peristiwa itu lahir dari harapan individu yang terakhir mati. Menurut dugaan ini, yang mengumpulkan jiwa-jiwa tersebut bukan hukum alam melainkan keinginan seseorang pada saat terakhirnya, dan fenomena itu merupakan akibat dari keinginan yang tidak seharusnya memiliki kekuatan apa pun.
Vesqynae tidak pernah memilih di antara keduanya. Keduanya sama-sama tidak dapat diuji, dan keduanya sama-sama tidak masuk akal.
Pengembaraan
Setelah meninggalkan tempat pembentukannya, cahaya itu mengembara bebas ke seluruh lautan kosmik semesta ini.
Pergerakannya tidak memiliki tujuan yang jelas. Tidak ada arah yang dapat diperkirakan, tidak ada pola yang dapat dipetakan, dan tidak ada tanda bahwa cahaya tersebut sedang menuju suatu tempat tertentu.
Vesqynae tidak pernah berhasil mengikuti pergerakannya secara langsung. Keberadaan cahaya baru dapat dipastikan setelah ia berhenti, dan biasanya baru diketahui jauh setelah akibatnya mulai terlihat.
Pendiaman
Cahaya itu pada akhirnya berhenti dan mendiami sebuah planet.
Dasar pemilihan planet tidak diketahui. Planet yang dipilih tidak selalu yang paling layak huni, tidak selalu yang paling stabil, dan tidak selalu yang paling dekat dengan lintasannya.
Beberapa ratus tahun setelah pendiaman itu, planet tersebut memunculkan kehidupan.
Kemunculan itu terjadi tanpa sebab yang dapat ditelusuri, tanpa proses yang dapat diukur, dan tanpa keterlibatan pihak mana pun. Tidak ada tahapan yang dapat diamati, tidak ada pemicu yang dapat ditunjuk, dan tidak ada penjelasan yang pernah bertahan setelah diuji.
Planet yang sebelumnya mati menjadi hidup, dan hanya itu yang dapat dicatat.
Karena cahaya ini hanya satu, pada satu waktu hanya ada satu planet di seluruh semesta yang sedang mengalaminya.
Reinkarnasi
Kehidupan yang muncul di planet tersebut pada akhirnya melahirkan makhluk cerdas. Dan di antara makhluk cerdas itu, selalu terdapat satu individu yang merupakan hasil reinkarnasi dari jiwa yang terkandung di dalam cahaya.
Keberadaan individu ini tidak pernah gagal muncul. Sejauh yang tercatat oleh Vesqynae, tidak pernah ada planet yang didiami cahaya tetapi tidak melahirkan individu semacam itu.
Individu tersebut tidak mengetahui asal-usulnya. Ia tumbuh, hidup, dan mati sebagaimana makhluk lain di planet itu, tanpa satu pun ingatan mengenai apa pun yang mendahuluinya.
Apabila ia mati, ia akan bereinkarnasi kembali, dan siklus itu berlanjut selama cahaya masih tinggal di planet tersebut.
Kepergian Cahaya
Cahaya tidak selalu tinggal selamanya.
Apabila makhluk cerdas di planet tersebut gagal berkembang, cahaya itu akan keluar dari planetnya dan kembali mengembara. Kegagalan yang dimaksud dapat berupa evolusi yang menemui jalan buntu, peradaban yang bergerak menuju kehancuran, atau perkembangan yang berhenti tanpa kemajuan.
Satu hal selalu mendahului kepergian tersebut: individu hasil reinkarnasi di planet itu telah mati. Setelah kepergian, ia tidak lagi bereinkarnasi di planet lamanya, melainkan di tempat cahaya tersebut berhenti berikutnya.
Inilah sebabnya banyak planet di semesta ini pernah didiami oleh cahaya yang sama. Cahaya itu hanya satu, tetapi telah berpindah berkali-kali, dan setiap perpindahan meninggalkan sebuah dunia yang dinyatakan gagal.
Dunia yang ditinggalkan tidak selalu musnah. Sebagian tetap berpenghuni, tetapi tidak pernah lagi mengalami perkembangan yang berarti, dan tidak pernah lagi disinggahi oleh apa pun.
Hubungan dengan Sangkala Purba
Terdapat satu keterkaitan yang tidak pernah meleset antara cahaya jiwa dan Sangkala Purba.
Sangkala Purba tidak pernah terjadi pada planet sembarangan. Fenomena itu selalu terjadi pada planet yang sedang atau pernah didiami cahaya jiwa Koloni, dan selalu bersamaan dengan keberadaan individu hasil reinkarnasi dari jiwa tersebut.
Hubungan sebab dan akibat di antara keduanya tidak pernah berhasil dipastikan. Tidak diketahui apakah cahaya itu yang memanggil Sangkala Purba, apakah Sangkala Purba yang menandai keberadaan cahaya, atau apakah keduanya sekadar dua wajah dari satu hal yang sama.
Karena keterkaitan inilah Vesqynae tidak pernah mengabaikan satu pun planet yang mengalami Sangkala Purba. Setiap kejadian diamati sepenuhnya, sejak awal sampai akhir.
Kedudukan dalam Kemunculan Kehidupan
Vesqynae mengenal tiga cara kehidupan dapat muncul di semesta ini.
| Jalan | Pelaku | Sifat |
|---|---|---|
| Kebetulan | Tidak ada | Proses alami yang begitu rumit sehingga nyaris mustahil |
| Arka | Vesqynae | Terencana, lambat, dan dapat diulang |
| Cahaya Jiwa | Jiwa Koloni yang gugur | Tidak dapat dijelaskan sama sekali |
Jalan cahaya jiwa adalah yang paling tidak masuk akal di antara ketiganya, sekaligus yang paling sering menghasilkan peradaban yang benar-benar berkembang.
Kehidupan yang ditumbuhkan Vesqynae melalui Arka berjalan lambat dan hasilnya tidak pernah sebaik dua jalan lainnya. Kehidupan yang muncul secara kebetulan sangat jarang terjadi, tetapi ketika terjadi, hasilnya kokoh. Kehidupan yang muncul melalui cahaya jiwa tidak seharusnya terjadi sama sekali, namun justru paling sering menghasilkan makhluk cerdas.
Pandangan Vesqynae
Vesqynae mengetahui bahwa reinkarnasi benar-benar terjadi. Mereka telah mencatatnya berkali-kali, pada dunia yang berbeda, dengan pola yang tidak pernah meleset.
Namun mereka tidak pernah memahaminya, dan tidak pernah menerimanya sebagai konsep yang masuk akal. Bagi mereka, gagasan bahwa satu jiwa dapat kembali sebagai dirinya sendiri tidak dapat dipertahankan secara nalar. Ingatan tidak berlanjut, kepribadian tidak berlanjut, dan tidak ada satu pun yang dapat membuktikan kesinambungan di antara keduanya.
Keberatan itu berakar pada pengalaman mereka sendiri. Vesqynae yang dibangun kembali selalu menjadi sosok yang berbeda, meskipun tubuh dan bahannya sama. Mereka tidak melihat alasan mengapa jiwa harus bekerja dengan cara yang lain.
Karena itu Vesqynae berada pada kedudukan yang tidak nyaman. Mereka menyaksikan sesuatu yang nyata, berulang, dan dapat diprediksi, tetapi tidak dapat dijelaskan dengan satu pun perhitungan yang mereka miliki.
Satu-satunya kesimpulan yang tersisa bagi mereka adalah bahwa fenomena ini merupakan keajaiban, dan keajaiban itu adalah kehendak Tuhan.
Tujuan yang Tidak Diketahui
Vesqynae tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya dicari oleh cahaya tersebut.
Kesimpulan yang paling mereka yakini adalah bahwa tujuannya sama persis dengan perintah terakhir yang mereka terima, yaitu memunculkan kehidupan cerdas yang sangat cerdas, berkembang cepat, dan tanpa cacat.
Jika kesimpulan itu benar, maka Vesqynae dan cahaya tersebut sedang mengerjakan pekerjaan yang sama, dengan cara yang sepenuhnya berbeda, tanpa pernah saling berkoordinasi dan tanpa pernah dapat saling berbicara.
Dan jika kesimpulan itu benar, maka setiap kali cahaya itu meninggalkan planetnya, sebuah dunia baru saja dinyatakan gagal oleh sesuatu yang bahkan tidak dapat diajak berunding.

