EVLORS

EVLORS

Did You Know?

Penulis kurang terampil dalam menulis cerita romantis.

Piagam Satu Terra

Estimated reading: 14 minutes 32 views

Piagam Satu Terra adalah kesepakatan global yang lahir dari Konferensi Concordia Terra, yang diselenggarakan pada akhir Perang Dunia IV. Piagam ini menjadi dasar tatanan dunia baru setelah Terra mengalami kehancuran panjang akibat Perang Nuklir, Zaman Abu Nuklir, dan perang perebutan sumber daya berskala global.

Piagam ini dibuat untuk mencegah terulangnya perang pemusnah, menyatukan kembali sistem dasar kehidupan dunia, serta membentuk mekanisme pengawasan global yang lebih kuat dibanding organisasi perdamaian sebelumnya. Kesepakatan ini menjadi fondasi utama bagi lahirnya Zaman Rekonstruksi Terra dan penguatan peran Kesatuan Garda Terra (KGT).

Latar Belakang

Setelah Perang Dunia IV, Terra berada di titik paling rapuh dalam sejarah modernnya. Banyak negara lama runtuh, wilayah aman semakin sedikit, sumber daya alam diperebutkan, dan sebagian besar penduduk dunia hidup di bawah bayang-bayang kelangkaan pangan, air bersih, energi, radiasi, serta kehancuran infrastruktur.

Organisasi perdamaian sebelumnya dianggap gagal mencegah perang besar. Liga Persatuan Perdamaian Negara (LPPN) tidak mampu mencegah Perang Dunia II, sementara Organisasi Perdamaian Dunia (OPD) gagal menghentikan eskalasi menuju Perang Dunia III, Perang Nuklir, dan Perang Dunia IV.

Karena itu, negara-negara yang masih bertahan, federasi darurat, pemerintahan sisa, kelompok militer besar, dan perwakilan wilayah aman berkumpul dalam Konferensi Concordia Terra. Hasilnya adalah Piagam Satu Terra — kesepakatan yang jauh lebih keras, mengikat, dan memiliki konsekuensi militer langsung.

Konferensi Concordia Terra

Konferensi Concordia Terra adalah konferensi besar yang menandai berakhirnya Perang Dunia IV. Nama Concordia bermakna keselarasan, persetujuan, dan penyatuan — melambangkan usaha terakhir umat manusia untuk menghentikan perang global dan membangun kembali dunia dari kehancuran.

Konferensi ini tidak hanya membahas penghentian perang, tetapi juga menyusun ulang dasar kehidupan dunia: penggunaan satu bahasa dunia, satu mata uang, pelarangan senjata pemusnah massal, pembentukan tatanan militer supranasional, serta penguatan mandat Kesatuan Garda Terra.

Isi Utama Piagam Satu Terra

Piagam Satu Terra terdiri atas beberapa kesepakatan utama yang menjadi dasar tatanan dunia setelah Perang Dunia IV.

1. Penetapan Bahasa Terra

Piagam ini menetapkan Bahasa Terra sebagai bahasa dunia untuk komunikasi resmi, pendidikan internasional, administrasi global, diplomasi, militer, perdagangan, hukum, dan dokumen lintas negara — bertujuan mengurangi kesalahan komunikasi antarnegara, mempercepat rekonstruksi, dan menciptakan sistem komunikasi yang dapat dipahami seluruh wilayah Terra.

Bahasa-bahasa lama tidak dihapus, tetapi statusnya berubah menjadi bahasa warisan, bahasa daerah, atau bahasa kuno. Bahasa-bahasa tersebut tetap digunakan dalam budaya, keluarga, arsip sejarah, tradisi lokal, seni, dan penelitian, sementara untuk urusan resmi dunia, Bahasa Terra menjadi wajib.

Catatan untuk Pembaca: Dalam penyajian cerita, Bahasa Terra mengikuti bahasa edisi yang sedang dibaca — pada edisi Indonesia, ditampilkan sebagai bahasa Indonesia; jika diterjemahkan, akan mengikuti bahasa terjemahan tersebut. Keputusan ini dibuat agar dialog, istilah, humor, dan nuansa komunikasi antar tokoh tetap terasa alami bagi pembaca di setiap bahasa. Di dalam lore Terra sendiri, Bahasa Terra tetap dianggap satu bahasa dunia yang sama, terlepas dari bahasa penyajian publikasinya.

2. Penetapan Mata Uang Dunia

Piagam ini menetapkan Aster sebagai mata uang dunia — digunakan dalam perdagangan internasional, pembayaran lintas negara, anggaran rekonstruksi, sistem logistik global, serta pendanaan operasi KGT.

Aster dibuat untuk menggantikan sistem mata uang lama yang hancur akibat perang, inflasi ekstrem, runtuhnya perbankan, dan pecahnya jaringan ekonomi global, sehingga negara-negara yang bertahan dapat membangun kembali sistem perdagangan tanpa bergantung pada nilai tukar lama yang tidak stabil.

Bentuk Aster:

BentukFungsi
Aster DigitalTransaksi resmi, perdagangan besar, administrasi negara, dan sistem ekonomi global
Aster FisikWilayah terpencil, zona pemulihan, daerah rendah infrastruktur, dan kawasan yang belum sepenuhnya terhubung ke jaringan digital

Aster fisik dibuat dalam bentuk keping logam komposit dan lembar polimer tahan rusak, mengingat banyak wilayah Terra masih mengalami kerusakan jaringan, gangguan listrik, dan keterbatasan infrastruktur pascaperang.

3. Pelarangan Senjata Pemusnah Massal

Piagam ini melarang total pengembangan, penyimpanan, perdagangan, penggunaan, atau penyembunyian senjata pemusnah massal — mencakup senjata nuklir, biologis, kimia, radiasi, sistem pemusnah orbit, serta teknologi militer lain yang dapat menyebabkan kehancuran berskala global.

Negara, kelompok bersenjata, organisasi besar, atau korporasi yang terbukti mengembangkan senjata semacam itu akan dinyatakan sebagai ancaman global. KGT diberi mandat untuk melakukan investigasi, penyitaan, penghancuran fasilitas, dan intervensi militer jika pelanggaran terbukti.

4. Nol Toleransi terhadap Ancaman Perang Global

Piagam ini menetapkan prinsip nol toleransi bagi pihak mana pun yang berupaya memulai perang berskala global — berlaku bagi negara, rezim pemerintahan, kelompok bersenjata, organisasi militer swasta, korporasi besar, aliansi politik, dan faksi lintas wilayah.

Jika suatu pihak terbukti memiliki niat, rencana, atau tindakan yang dapat memicu perang global, KGT berhak menetapkannya sebagai ancaman terhadap Terra dan memimpin operasi militer bersama untuk menghentikannya. Negara-negara anggota wajib memberikan dukungan logistik, militer, informasi, atau wilayah operasi sesuai perintah KGT.

5. Pengawasan Perang Antarnegara

Piagam ini tidak sepenuhnya menghapus kemungkinan perang antarnegara, tetapi membatasi dan mengawasinya secara ketat. Jika terjadi perang antara dua negara, KGT wajib bertindak sebagai pengamat resmi — memantau skala konflik, jenis senjata, wilayah terdampak, korban sipil, serta kemungkinan perang meluas.

Jika perang diperkirakan dapat menyebar, mengganggu stabilitas global, atau memicu penggunaan senjata terlarang, KGT berhak ikut campur secara langsung, melalui:

  • penghentian paksa operasi militer,
  • pembekuan jalur logistik,
  • pelucutan senjata,
  • penangkapan komando perang,
  • pendudukan terbatas wilayah konflik,
  • atau operasi militer penuh terhadap pihak yang menolak tunduk.

Aturan ini juga berlaku bagi konflik yang melibatkan kelompok bersenjata besar, korporasi militer, dan organisasi lintas negara.

6. Mandat Kesatuan Garda Terra

Piagam ini memberikan mandat khusus kepada KGT sebagai otoritas militer supranasional — bukan negara biasa, melainkan kekuatan penjaga stabilitas Terra yang berdiri di atas kepentingan nasional masing-masing negara.

KGT dibentuk sebagai respons terhadap kegagalan dunia lama mencegah perang berskala global. Setelah Perang Nuklir dan Perang Dunia IV, negara-negara yang tersisa menyadari bahwa ancaman terbesar terhadap Terra tidak selalu datang dari satu negara, melainkan dari kegagalan kolektif umat manusia mengendalikan kekuatan militernya sendiri.

Tugas utama KGT adalah menjaga agar perang berskala global tidak terulang. Untuk itu, KGT diberi mandat untuk:

  • mengawasi aktivitas militer dunia,
  • mencegah pengembangan senjata pemusnah massal,
  • mengawasi konflik antarnegara,
  • menjaga jalur logistik dan wilayah strategis,
  • menangani ancaman bersenjata yang melampaui kapasitas satu negara,
  • mengoordinasikan pertahanan bersama dalam krisis berskala planet,
  • serta bertindak sebagai pengawas militer tertinggi dalam situasi yang mengancam kelangsungan Terra.

Mandat KGT tidak dibatasi pada konflik antarnegara. Para penyusun piagam juga memasukkan klausul antisipatif terhadap ancaman masa depan yang belum sepenuhnya dapat dipahami pada masa itu — lahir dari kesadaran bahwa manusia Terra telah memasuki tahap teknologi tinggi, termasuk pembangunan kota orbit, eksplorasi luar angkasa, dan proyek kolonisasi awal di luar Terra.

Karena itu, KGT juga berwenang mengambil alih koordinasi pertahanan jika suatu ancaman tidak dapat dikategorikan sebagai konflik politik biasa, seperti bencana militer berskala planet, ancaman dari luar wilayah Terra, kegagalan teknologi strategis, serangan terhadap infrastruktur antariksa, atau fenomena lain yang berpotensi membahayakan kelangsungan peradaban Terra.

KGT memiliki wilayah khusus bernama Zona Garda Terra — bukan negara merdeka, melainkan kawasan militer netral di bawah mandat Piagam Satu Terra.

Luas Wilayah KGT: Zona Garda Terra mencakup sekitar 0,7% dari total daratan layak huni Terra, terdiri atas markas pusat, akademi militer, pusat komando, fasilitas logistik, kota personel, pusat riset pertahanan, pangkalan udara, pelabuhan militer, dan fasilitas pengawasan global — cukup untuk membuat KGT mandiri secara operasional, tetapi tidak cukup besar untuk menjadikannya negara ekspansionis.

7. Hak Mobilisasi Darurat KGT

Piagam ini memberikan hak kepada KGT untuk melakukan mobilisasi darurat dalam kondisi krisis berskala planet. Hak ini bukan dibuat karena manusia Terra telah mengetahui pasti keberadaan ancaman luar, melainkan sebagai antisipasi terhadap masa depan.

Saat piagam disusun, manusia Terra telah mencapai tingkat peradaban yang mulai melampaui batas planet asalnya. Kota orbit, ekspedisi luar angkasa, proyek terraforming, dan rencana kolonisasi awal membuat para penyusun piagam memahami bahwa ancaman masa depan tidak selalu datang dari perang antarnegara di permukaan Terra.

Karena itu, KGT berwenang memobilisasi sumber daya militer, logistik, riset, dan personel dari negara-negara anggota jika Terra menghadapi ancaman yang tidak dapat ditangani satu negara secara mandiri, termasuk:

  • perang yang berpotensi meluas menjadi konflik global,
  • serangan terhadap infrastruktur antariksa,
  • kegagalan teknologi strategis berskala besar,
  • bencana buatan manusia yang mengancam banyak negara,
  • ancaman dari wilayah luar Terra,
  • gangguan terhadap jalur kolonisasi atau eksplorasi antariksa,
  • serta fenomena yang belum dapat diklasifikasikan tetapi dinilai berbahaya bagi kelangsungan peradaban Terra.

Dalam kondisi tersebut, KGT dapat bertindak sebagai komando pertahanan bersama, dan negara-negara anggota wajib memberikan dukungan sesuai kapasitasnya — personel, armada, fasilitas, data, teknologi, logistik, maupun akses wilayah.

Hak mobilisasi darurat ini menjadi salah satu bagian paling kontroversial dari Piagam Satu Terra. Sebagian pihak menganggapnya penting untuk menjamin kelangsungan umat manusia, terutama setelah dunia berkali-kali hampir musnah akibat perang. Namun sebagian lain menilai kewenangan ini terlalu besar karena memungkinkan KGT mengambil alih sumber daya negara dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, klausul ini tetap dipertahankan sebagai bentuk jaminan terakhir — memastikan bahwa jika manusia Terra suatu hari menghadapi ancaman yang lebih besar dari perang antarnegara, mereka tidak kembali bertindak sendiri-sendiri seperti pada masa kehancuran sebelumnya.

8. Sistem Kepemimpinan KGT

Pemimpin tertinggi KGT tidak dipilih berdasarkan asal negara, garis keturunan, kekayaan, atau pengaruh politik, melainkan berdasarkan performa militer, pendidikan, rekam jejak strategis, kemampuan komando, dan bukti netralitas.

Seorang pemimpin KGT wajib bersikap netral dan tidak boleh berpihak pada negara mana pun, serta dilarang memiliki keterikatan politik aktif dengan pemerintahan nasional, kelompok ideologi, korporasi militer, atau kepentingan ekonomi tertentu. Sistem ini memastikan KGT tidak berubah menjadi alat salah satu negara besar.

9. Kewajiban Negara terhadap Piagam

Setiap negara dalam tatanan dunia Terra wajib mengakui dan mematuhi Piagam Satu Terra — berlaku bagi negara lama, negara baru, pemerintahan transisi, wilayah hasil penyatuan, wilayah hasil pemekaran, serta entitas politik lain yang ingin diakui sah dalam sistem dunia.

Negara yang mengakui piagam ini wajib:

  • menggunakan Bahasa Terra dalam urusan resmi dunia;
  • mengakui Aster sebagai mata uang global;
  • melarang pengembangan, penyimpanan, perdagangan, dan penggunaan senjata pemusnah massal;
  • menerima pengawasan KGT dalam urusan militer strategis;
  • membuka akses inspeksi, audit, dan pemeriksaan terbatas jika diminta;
  • melaporkan konflik bersenjata besar kepada KGT;
  • menyerahkan data strategis terkait senjata, fasilitas militer, dan sistem pertahanan berskala besar;
  • tidak membentuk aliansi perang yang berpotensi memicu konflik global;
  • tidak mendukung kelompok bersenjata, korporasi militer, atau organisasi lintas wilayah yang mengancam stabilitas Terra;
  • mendukung operasi KGT dalam kondisi ancaman global;
  • mematuhi keputusan darurat KGT dalam krisis berskala planet;
  • dan mengakui bahwa pelanggaran berat dapat menyebabkan sanksi, intervensi, atau pencabutan status politik sesuai tingkat ancamannya.

Kewajiban ini memastikan tidak ada negara yang dapat berdiri di luar tatanan dunia baru sambil membangun kekuatan militer, ekonomi, atau politik yang berpotensi mengulang kehancuran masa lalu.

Negara yang menolak kewajiban dasar ini dapat ditinjau statusnya oleh KGT dan badan dunia terkait. Jika penolakan dinilai mengancam stabilitas Terra, negara tersebut dapat ditetapkan sebagai Negara Tidak Patuh.

10. Sanksi Pelanggaran

Pelanggaran terhadap Piagam Satu Terra dibagi menjadi beberapa tingkat:

TingkatContoh PelanggaranSanksi
RinganMenolak audit terbatas, pelanggaran administrasi, penyembunyian data nonstrategisPeringatan, denda, pembekuan kerja sama
BeratMembiayai kelompok bersenjata, menyembunyikan fasilitas militer ilegal, memicu perang regionalSanksi ekonomi, blokade, inspeksi paksa, operasi terbatas
KritisMengembangkan senjata pemusnah massal, memulai perang global, menyerang KGTIntervensi militer penuh, pembubaran rezim, pengadilan perang
EksistensialTindakan yang mengancam kelangsungan hidup TerraOperasi pemusnahan ancaman di bawah mandat penuh KGT

Sanksi terberat dapat berupa penghapusan struktur pemerintahan pelanggar, pembubaran organisasi, penahanan atau eksekusi terhadap pemimpin utama, serta pendudukan sementara wilayah strategis oleh KGT.

11. Klausul Keanggotaan Universal

Piagam ini menetapkan bahwa seluruh negara di Terra — negara lama, negara baru, pemerintahan transisi, wilayah hasil pemekaran, maupun negara yang mungkin terbentuk di masa mendatang — wajib tunduk pada Piagam Satu Terra.

Klausul ini mencegah munculnya kekuatan politik baru yang menolak tatanan dunia pascaperang dan berpotensi mengulang kehancuran masa lalu. Dalam sistem ini, keberadaan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh wilayah, rakyat, dan pemerintahan, tetapi juga kesediaannya mematuhi aturan dasar Terra.

Setiap negara yang ingin diakui sah dalam tatanan dunia wajib:

  • mengakui Piagam Satu Terra,
  • menerima pengawasan KGT,
  • menggunakan Bahasa Terra dalam urusan resmi dunia,
  • mengakui Aster sebagai mata uang global,
  • mematuhi larangan senjata pemusnah massal,
  • membuka akses inspeksi strategis kepada KGT,
  • dan mengikuti arahan KGT dalam krisis berskala global.

Negara yang menolak Piagam Satu Terra tidak dianggap sah dalam tatanan dunia baru. Penolakan ini dapat dianggap ancaman politik dan keamanan, terutama jika negara tersebut memiliki kekuatan militer, sumber daya strategis, atau posisi geografis yang dapat mengganggu stabilitas Terra.

12. Status Negara Tidak Patuh

Negara, pemerintahan, atau entitas politik yang menolak tunduk pada Piagam Satu Terra dapat ditetapkan sebagai Negara Tidak Patuh. Status ini diberikan jika suatu negara:

  • menolak mengakui Piagam Satu Terra,
  • menolak pengawasan KGT,
  • menyembunyikan kekuatan militer strategis,
  • membentuk aliansi perang tanpa izin,
  • mendukung kelompok bersenjata lintas wilayah,
  • mengembangkan senjata terlarang,
  • menolak pemeriksaan internasional,
  • atau menunjukkan tindakan yang dapat memicu konflik berskala besar.

Penetapan status ini tidak selalu langsung berujung pada perang. KGT wajib melakukan tahapan penanganan terlebih dahulu — peringatan resmi, pemanggilan diplomatik, penyelidikan, inspeksi, hingga pembatasan akses terhadap sistem dunia. Namun jika negara tersebut tetap menolak tunduk atau terbukti menjadi ancaman serius, KGT berhak mengambil tindakan paksa.

13. Tindakan terhadap Negara Tidak Patuh

KGT memiliki wewenang menangani Negara Tidak Patuh berdasarkan tingkat ancamannya:

TingkatKondisiTindakan KGT
INegara menolak aturan administratif atau inspeksi ringanPeringatan resmi, mediasi, pembekuan kerja sama
IINegara menyembunyikan data militer, membatasi akses KGT, atau mendukung faksi bersenjataInvestigasi paksa, sanksi ekonomi, pembatasan logistik
IIINegara mengembangkan kekuatan militer terlarang atau memicu konflik regionalPelucutan senjata, blokade, operasi militer terbatas
IVNegara berupaya memulai perang global atau mengancam keselamatan TerraIntervensi penuh, penangkapan rezim, pembubaran pemerintahan
VNegara menjadi ancaman eksistensial bagi TerraPenghapusan status negara, pendudukan sementara, dan restrukturisasi wilayah di bawah mandat KGT

Dalam konteks piagam ini, “penghapusan negara” tidak berarti pemusnahan penduduknya, melainkan penghapusan status politik, pembubaran struktur pemerintahan, pelucutan kekuatan militer, dan penataan ulang wilayah agar tidak lagi menjadi ancaman bagi Terra. Penduduk sipil tetap dilindungi selama tidak terlibat langsung dalam pelanggaran berat atau tindakan perang yang mengancam dunia.

14. Hak Interogasi, Audit, dan Inspeksi KGT

Untuk mencegah ancaman tersembunyi, KGT diberi hak melakukan interogasi, audit, dan inspeksi strategis terhadap negara, pemerintahan, organisasi bersenjata, atau korporasi besar yang dicurigai melanggar Piagam Satu Terra. KGT dapat memeriksa fasilitas militer, pusat riset strategis, gudang senjata, sistem komunikasi perang, jaringan logistik, fasilitas energi, pusat komando, data keuangan militer, dan aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan senjata terlarang.

Pemeriksaan ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik satu negara tertentu — seluruh proses berada di bawah mandat piagam dan diawasi struktur internal KGT. Namun dalam kondisi darurat, terutama jika ada dugaan ancaman berskala global, KGT dapat melakukan inspeksi tanpa persetujuan penuh dari negara terkait.

15. Pengakuan Negara Baru

Setiap negara baru yang terbentuk setelah Piagam Satu Terra diberlakukan wajib mengajukan pengakuan kepada tatanan dunia melalui KGT dan badan sipil terkait. Negara baru dapat terbentuk karena pemekaran wilayah, runtuhnya negara lama, penyatuan wilayah, migrasi besar, koloni baru, pemerintahan transisi, atau perubahan geopolitik besar.

Namun negara baru tidak akan diakui sah jika menolak Piagam Satu Terra. Tanpa pengakuan tersebut, negara baru tidak memiliki hak penuh dalam sistem perdagangan dunia, perlindungan internasional, akses mata uang global, jaringan diplomasi, atau dukungan logistik KGT. Klausul ini memastikan tidak ada negara baru yang dapat berdiri di luar sistem global dan membangun kekuatan sendiri tanpa pengawasan.

Dampak Langsung

  • Perang Dunia IV resmi berakhir.
  • Kesatuan Garda Terra memperoleh mandat militer global.
  • Bahasa Terra menjadi bahasa resmi dunia.
  • Aster menjadi mata uang global.
  • Senjata pemusnah massal dilarang total.
  • Seluruh negara diwajibkan tunduk pada Piagam Satu Terra.
  • Status Negara Tidak Patuh mulai digunakan terhadap pihak yang menolak tatanan baru.
  • KGT memperoleh hak inspeksi, audit, dan intervensi terhadap ancaman berskala global.
  • Negara-negara mulai melebur menjadi tatanan baru.
  • Jalur logistik dunia dibangun ulang.
  • Pemerintahan darurat mulai digantikan oleh struktur negara baru.
  • Pengakuan terhadap negara baru harus melalui kerangka Piagam Satu Terra.
  • Zaman Rekonstruksi Terra dimulai.

Dampak Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, Piagam Satu Terra menjadi dasar terbentuknya dunia pascaperang. Kesepakatan ini mempercepat lahirnya negara-negara besar Era Baru, memperkuat pengawasan militer global, membatasi ruang bagi perang berskala dunia, dan menjadikan KGT sebagai otoritas utama penjaga stabilitas Terra.

Piagam ini juga menciptakan standar baru mengenai keberadaan sebuah negara: tidak cukup hanya memiliki wilayah, rakyat, dan pemerintahan, tetapi juga harus mengakui Piagam Satu Terra, menerima pengawasan KGT, dan mematuhi aturan dasar dunia. Negara yang menolak dapat kehilangan pengakuan, akses perdagangan, perlindungan global, bahkan status politiknya.

Namun piagam ini juga menimbulkan perdebatan besar. Sebagian pihak menganggap KGT sebagai penyelamat Terra, sementara sebagian lain melihatnya sebagai kekuatan militer yang terlalu besar dan berbahaya. Kewenangan KGT untuk mengawasi negara, mengendalikan militer, melakukan inspeksi paksa, menetapkan Negara Tidak Patuh, dan menghapus status pemerintahan menjadi salah satu warisan paling kontroversial dari Piagam Satu Terra.

Meski demikian, selama beberapa zaman setelahnya, Piagam Satu Terra dianggap sebagai alasan utama mengapa Terra tidak kembali jatuh ke dalam perang pemusnah global. Piagam ini tidak menciptakan dunia yang sempurna, tetapi berhasil membentuk batas keras yang mencegah perang antarnegara berkembang menjadi kehancuran berskala planet.

Catatan

Piagam Satu Terra tidak menghapus seluruh konflik di Terra. Perang kecil, pemberontakan, konflik perbatasan, ketimpangan sosial, perseteruan politik, dan gerakan anti-KGT tetap terjadi. Namun sejak piagam ini diberlakukan, setiap konflik besar berada di bawah pengawasan ketat Kesatuan Garda Terra.

Dalam sejarah Terra, Piagam Satu Terra dikenang sebagai kesepakatan yang mengakhiri Perang Dunia IV dan membuka jalan menuju Zaman Rekonstruksi Terra — fondasi hukum, militer, bahasa, ekonomi, dan geopolitik bagi tatanan global baru setelah kehancuran dunia lama.

Leave a Comment

Bagikan Dok ini

Piagam Satu Terra

Atau salin tautan

ISI

Evlors

Evlors adalah judul utama sekaligus identitas besar dari kisah yang berpusat pad

Arti Nama Novel

Sistem Waktu Terra

Sistem Waktu Terra adalah tatanan penghitungan dan penyelarasan waktu yang digun

Hakikat Sangkala Purba

Bagi penduduk Terra, Sangkala Purba dikenal sebagai bencana purba yang menghancu

Terra dalam Pengataman Vesqynae

Di antara seluruh dunia yang pernah diamati Vesqynae sepanjang keberadaan mereka

Terra Spesifik

Rahasia Besar Vesqynae

Terdapat dua hal mengenai Vesqynae yang tidak pernah mereka sampaikan kepada sia

Rahasia & Misteri

Arka

Arka Arka adalah tenaga dasar yang berasal dari Nullaris, ruang di luar lingkar

Nullaris

Nullaris adalah ruang yang berada di luar lingkar semesta, tempat hukum keberada

Cahaya Jiwa Coloni

Cahaya Jiwa Koloni adalah fenomena kosmik berupa satu titik cahaya yang terbentu

Fenomena Kosmik

Chat Icon Close Icon