Kekuatan Dasar
Kekuatan Dasar
Kekuatan Dasar adalah bagian dari Ensiklopedia Elemen yang membahas bentuk awal dari setiap elemen utama di Terra. Pembahasannya mencakup karakteristik, tingkatan dasar, gaya penggunaan, kebutuhan Arka, beban Stamina, serta risiko umum setiap elemen.
Halaman ini tidak membahas aturan kelahiran dan pewarisan elemen, kapasitas Arka secara umum, maupun interaksi terperinci antar-elemen. Pembahasan tersebut berada pada bagian lain dalam Sistem Kekuatan.
Pada tahap dasar, elemen belum mencapai bentuk lanjutan atau bentuk ekstrem di luar jalur dasarnya. Meskipun demikian, Kekuatan Dasar tetap dapat menjadi sangat berbahaya apabila digunakan oleh seseorang yang memiliki kontrol, Arka, Stamina, dan pengalaman yang baik.
Pengertian Kekuatan Dasar
Kekuatan Dasar adalah tahap pertama dalam pengembangan elemen.
Pada tahap ini, pengguna mulai memahami bentuk utama elemen bawaannya dan menggunakannya untuk menyerang, bertahan, bergerak, mengubah medan, atau menciptakan alat tertentu.
Istilah dasar tidak berarti kemampuan tersebut selalu lemah. Istilah tersebut hanya menunjukkan bahwa pengguna masih berada pada fondasi pengembangan elemen, sebelum memasuki tahap lanjutan atau evolusi.
Pengguna yang menguasai fondasinya dengan baik dapat menjadi lebih berbahaya daripada pengguna tingkat tinggi yang tidak stabil.
Elemen dan Jalur Dasar
Dalam sistem Kekuatan Dasar terdapat delapan elemen utama beserta beberapa cabang yang sudah dapat dikembangkan sejak tahap dasar.
| Elemen | Jalur Dasar |
|---|---|
| Api | Api Merah → Api Oranye → Api Kuning → Api Putih → Api Biru-Putih → Api Biru |
| Air | Aliran → Arus → Gelombang |
| Es | Beku → Kristal Es → Master Suhu Rendah |
| Udara | Hembusan → Pusaran → Badai |
| Tanah | Tanah → Batu → Besi → Baja |
| Pasir | Pasir → Ahli Pasir |
| Listrik | Percikan → Kilat → Petir |
| Cahaya | Cahaya Dasar → Cahaya Padat → Cahaya Murni |
| Kegelapan | Kegelapan Dasar → Bayangan → Rekayasa Kegelapan |
| Alkimia | Alkimia Pemula → Pembuat Menengah → Pembuat Pakar → Pengurai/Penghancur |
Es merupakan cabang dari Air, sedangkan Pasir merupakan cabang dari Tanah.
Keduanya tetap dibahas dalam Kekuatan Dasar karena sudah dapat dikembangkan sebagai bagian dari penguasaan awal elemen induknya.
Beban Umum Elemen Dasar
Setiap elemen memiliki kebutuhan Arka dan Stamina yang berbeda.
Beban tersebut tidak bersifat mutlak karena dapat berubah sesuai sumber alami, kondisi medan, tingkat penguasaan, skala penggunaan, dan kondisi tubuh pengguna.
| Elemen | Beban Arka Umum | Beban Stamina Umum | Karakter Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Api | Besar | Rendah | Daya rusak tinggi, suhu tinggi, agresif |
| Air | Sangat rendah–sedang | Rendah | Sangat hemat dengan sumber air; tetap wajar untuk penciptaan air terbatas; tidak efisien untuk menciptakan massa besar dari nol |
| Es | Besar | Sedang | Kontrol medan, suhu rendah, pertahanan kuat |
| Udara | Rendah–sedang | Rendah | Mobilitas, tekanan, bilah angin, manipulasi arah |
| Tanah | Fleksibel | Sedang | Pertahanan, konstruksi, dan kontrol material |
| Pasir | Sedang | Sedang | Gangguan medan, butiran, debu, dan pengikisan |
| Listrik | Sedang | Sedang | Kecepatan, daya kejut, refleks, serangan cepat |
| Cahaya | Sangat besar–ekstrem | Besar | Cahaya padat, kecepatan, serangan presisi |
| Kegelapan | Rendah–besar | Rendah | Bayangan, penyamaran, penguatan tubuh |
| Alkimia | Fleksibel–ekstrem | Sedang–ekstrem | Penciptaan, perakitan, dan penguraian benda |
Sumber alami dapat mengurangi beban Arka, tetapi tidak selalu mengurangi beban Stamina. Pengguna tetap harus mengendalikan elemen melalui tubuh, Arka, Jalur Arka, dan fokusnya sendiri.
Beban pada tabel menggambarkan penggunaan umum.
Penggunaan ekstrem—seperti menciptakan elemen dalam jumlah sangat besar dari nol, mempertahankan suhu ekstrem dalam waktu lama, atau menggunakan teknik yang melampaui kemampuan tubuh—dapat meningkatkan konsumsi Arka jauh di atas kondisi normal.
Api
Api adalah elemen ofensif dengan daya rusak besar, konsumsi Arka tinggi, dan beban Stamina yang relatif rendah.
Elemen ini efektif untuk serangan langsung, ledakan, pembakaran area, tekanan suhu tinggi, dan penghancuran cepat.
Pengguna Api dapat menciptakan api melalui Arka dari tubuhnya sendiri dan tidak membutuhkan sumber api alami.
Namun, apabila tersedia api, bara, panas, ledakan, atau kebakaran di lingkungan sekitar, pengguna dapat menghemat Arka dengan mengendalikan atau memperbesar sumber yang sudah ada.
Tingkatan Api
Perkembangan Api dalam Kekuatan Dasar ditentukan oleh warna dan suhu konsep.
| Tingkatan Api | Kisaran Suhu Konsep | Karakteristik |
|---|---|---|
| Api Merah | ±500–3000°C | Api dasar hingga menengah; paling stabil dan paling mudah dikendalikan |
| Api Oranye | ±3001–4500°C | Lebih panas dan agresif; cocok untuk ledakan dan pembakaran cepat |
| Api Kuning | ±4501–5800°C | Bersuhu sangat tinggi dan mulai mampu merusak material keras |
| Api Putih | ±5801–10.000°C | Api tingkat tinggi yang sangat menyilaukan dan berbahaya |
| Api Biru-Putih | ±10.001–30.000°C | Api ekstrem dengan daya hancur sangat besar |
| Api Biru | ±30.001°C ke atas | Puncak Api dalam Kekuatan Dasar; sangat panas, tajam, dan sulit dikendalikan |
Pada tahap Api Merah, pengguna dapat menghasilkan bola api, semburan api, dinding api, membakar objek, atau menyalurkan panas melalui permukaan tertentu.
Pada tahap Api Oranye dan Api Kuning, api menjadi lebih padat, agresif, dan sulit dipadamkan. Pengguna mulai mampu menghasilkan ledakan yang lebih kuat serta tekanan panas yang lebih merusak.
Pada tahap Api Putih, api menjadi sangat menyilaukan dan mampu merusak pertahanan kuat dalam waktu singkat.
Pada tahap Api Biru-Putih dan Api Biru, elemen Api mencapai bentuk paling ekstrem dalam jalur Kekuatan Dasar. Suhu yang dihasilkan sangat tinggi, tetapi konsumsi Arka meningkat drastis dan risiko terhadap tubuh pengguna juga bertambah.
Risiko Api
Risiko utama Api adalah panas balik.
Pengguna memiliki toleransi terhadap api yang disalurkan sendiri, tetapi tidak kebal terhadap panas.
Pemaksaan berlebihan dapat menyebabkan:
- rasa panas berlebihan;
- dehidrasi;
- luka bakar;
- tubuh overheat;
- kerusakan organ;
- gangguan Jalur Arka;
- kehilangan kendali.
Air
Air adalah elemen fleksibel yang berfokus pada aliran, tekanan, pertahanan, dan kontrol medan.
Daya rusaknya tidak selalu terlihat besar pada tahap awal, tetapi Air dapat menjadi sangat mematikan apabila digunakan dengan presisi.
Penggunaan Arka sangat bergantung pada sumber air dan skala kekuatan.
Jika pengguna mengendalikan air yang sudah tersedia—seperti sungai, hujan, genangan, danau, laut, kelembapan tinggi, atau uap air—beban Arka dapat menjadi sangat rendah hingga rendah.
Jika air harus diciptakan melalui Arka dari tubuh, kebutuhan Arka umumnya meningkat menjadi sedang untuk volume kecil sampai menengah.
Menciptakan massa air besar dari nol tetap tidak efisien dan dapat menguras Arka secara berat.
Karena itu, Air merupakan elemen yang sangat hemat di wilayah basah dan tetap cukup stabil dalam penggunaan normal, tetapi tidak otomatis murah ketika digunakan dalam skala besar tanpa sumber alami.
Tingkatan Air
| Tingkatan Air | Karakteristik |
|---|---|
| Aliran | Menggerakkan air, menghasilkan semburan, membentuk pelindung cair, atau mengalihkan arah air |
| Arus | Meningkatkan tekanan dan kecepatan air sehingga dapat digunakan sebagai serangan bertekanan tinggi |
| Gelombang | Mengendalikan massa air besar, membentuk arus kuat, dan menyerang dalam skala luas |
Pada tahap Aliran, Air lebih sering digunakan untuk pertahanan, dorongan, pengalihan, atau serangan ringan. Pengguna mulai memahami hubungan antara arah, volume, dan tekanan.
Pada tahap Arus, pengguna mampu menciptakan serangan Air berkecepatan tinggi. Dengan tekanan yang cukup, Air dapat menembus tubuh, merusak armor ringan, atau menghantam lawan dengan kekuatan besar.
Pada tahap Gelombang, pengguna dapat menggunakan Air dalam skala lebih luas untuk menenggelamkan area, mendorong banyak musuh, mengubah medan, atau menciptakan tekanan besar.
Penggunaan dalam skala tersebut tetap membutuhkan fokus, kontrol, dan Arka jauh lebih besar dibandingkan penggunaan Air dalam volume kecil hingga menengah.
Air juga dapat digunakan secara taktis untuk:
- membuat medan licin;
- menyegel kepala lawan dengan air;
- menahan pergerakan;
- menurunkan suhu area;
- memadamkan api alami.
Risiko Air
Risiko utama Air adalah tekanan balik dan hilangnya kendali terhadap aliran.
Pengguna memiliki toleransi terhadap Air yang disalurkan sendiri, tetapi tetap dapat:
- tenggelam;
- tertekan;
- kehabisan napas;
- terluka akibat tekanan Air.
Es
Es merupakan cabang dari Air yang berfokus pada suhu rendah, pembekuan, pertahanan, dan kontrol medan.
Jika Air mengandalkan aliran, Es lebih berfokus pada penghentian gerak dan kestabilan bentuk.
Pengguna Es dapat membentuk Es melalui Arka dengan beberapa cara:
- membekukan Air yang sudah tersedia;
- menciptakan Air terlebih dahulu lalu membekukannya;
- langsung menyalurkan suhu rendah melalui Arka.
Penggunaan Es menjadi lebih hemat apabila tersedia Air, salju, lingkungan lembap, atau suhu rendah.
Tingkatan Es
| Tingkatan Es | Kisaran Suhu Konsep | Karakteristik |
|---|---|---|
| Beku | 0°C sampai -30°C | Membekukan Air, membuat lapisan Es, duri Es, dan memperlambat lawan |
| Kristal Es | -31°C sampai -100°C | Membentuk Es yang lebih keras, tajam, padat, dan stabil |
| Master Suhu Rendah | -101°C sampai -180°C | Menciptakan zona Es ekstrem dan melemahkan material tertentu |
Pada tahap Beku, pengguna dapat membuat lapisan Es, menahan gerakan lawan, menciptakan duri, atau membekukan permukaan.
Pada tahap Kristal Es, Es menjadi lebih keras dan tajam. Pengguna dapat membentuk senjata, perisai, tombak, bilah, jebakan, atau struktur pertahanan.
Pada tahap Master Suhu Rendah, pengguna dapat menciptakan area bersuhu sangat rendah yang mampu memperlambat tubuh lawan, membuat logam menjadi rapuh, membekukan medan, dan membentuk zona berbahaya.
Risiko Es
Risiko utama Es adalah dingin balik.
Toleransi pengguna terhadap suhu rendah tidak bersifat mutlak.
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan:
- tubuh kaku;
- frostbite;
- hipotermia;
- gangguan pernapasan;
- kerusakan jaringan;
- penurunan fungsi tubuh.
Udara
Udara adalah elemen yang berfokus pada tekanan, gerakan, arah, mobilitas, dan pengendalian medan.
Elemen ini cenderung efisien karena Udara biasanya telah tersedia di sekitar pengguna.
Pengguna tidak perlu menciptakan Udara dari nol selama berada di lingkungan berudara normal. Mereka mengendalikan, menekan, mempercepat, atau membentuk Udara yang tersedia.
Namun, penggunaan menjadi jauh lebih sulit di ruang hampa, area anomali, atau wilayah dengan tekanan Udara yang tidak normal.
Tingkatan Udara
| Tingkatan Udara | Karakteristik |
|---|---|
| Hembusan | Dorongan angin, gangguan keseimbangan, dan perubahan arah proyektil ringan |
| Pusaran | Tekanan Udara berputar, bilah angin, dan perlindungan aliran Udara |
| Badai | Tornado, tekanan besar, pusaran tajam, dan serangan area |
Pada tahap Hembusan, pengguna dapat mendorong lawan, mengalihkan panah atau benda ringan, menghasilkan angin kecil, atau mengganggu pijakan.
Pada tahap Pusaran, pengguna mampu membentuk aliran berputar, bilah angin, dinding Udara, dan tekanan yang lebih kuat.
Pada tahap Badai, pengguna dapat menghasilkan tornado kecil, pusaran tajam, atau tekanan angin besar yang mampu memotong, menghancurkan struktur ringan, dan membuat lawan kehilangan kendali gerak.
Udara juga dapat memengaruhi proyektil. Pengguna dapat mempercepat panah, peluru, atau benda lempar tertentu untuk meningkatkan jarak dan daya hantamnya.
Risiko Udara
Risiko utama Udara berasal dari tekanan balik.
Pengguna dapat mengalami:
- gangguan pernapasan;
- nyeri dada;
- kerusakan telinga;
- kehilangan keseimbangan;
- terpental akibat aliran yang gagal dikendalikan.
Tanah
Tanah adalah elemen yang berfokus pada pertahanan, konstruksi, dan kontrol material.
Elemen ini efektif untuk mengubah medan, menciptakan perlindungan, dan menggunakan massa sebagai senjata.
Pengguna Tanah dapat membentuk material melalui Arka, tetapi penggunaannya jauh lebih efisien ketika tanah, batu, mineral, atau logam sudah tersedia.
Menciptakan material dalam jumlah besar dari nol membutuhkan Arka sangat besar dan tidak efisien untuk penggunaan biasa.
Tingkatan Tanah
| Tingkatan Tanah | Karakteristik |
|---|---|
| Tanah | Membentuk tanah menjadi tembok, duri, gundukan, jebakan, atau pijakan |
| Batu | Membentuk struktur lebih keras seperti pilar, perisai, dan senjata batu |
| Besi | Memanfaatkan logam dasar yang tersedia di medan |
| Baja | Membentuk pertahanan atau senjata yang lebih kuat dari material baja |
Pada tahap Tanah, pengguna dapat mengangkat dan membentuk medan menjadi dinding, duri, gundukan, atau lubang jebakan.
Pada tahap Batu, struktur yang dihasilkan menjadi lebih keras dan tahan terhadap serangan. Pengguna dapat membentuk pilar, benteng sederhana, atau senjata dari batu.
Pada tahap Besi, pengguna mulai memanfaatkan logam dasar yang tersedia di lingkungan dan membentuknya menjadi senjata sederhana, pelindung, atau struktur logam mentah.
Pada tahap Baja, material yang digunakan menjadi lebih kuat dan tahan lama. Namun Baja juga lebih sulit dikendalikan dan lebih terbatas dibanding Tanah atau Batu biasa.
Risiko Tanah
Risiko utama Tanah berasal dari beban material.
Ketika pengguna memaksakan bentuk yang terlalu besar atau berat, tubuh dapat mengalami:
- kelelahan ekstrem;
- tekanan pada tulang;
- nyeri otot;
- gangguan Jalur Arka.
Pasir
Pasir merupakan cabang dari Tanah.
Secara teori, seluruh pengguna Tanah dapat mempelajari Pasir, tetapi tidak semuanya mampu menguasainya dengan baik. Pasir membutuhkan kontrol halus karena tersusun dari butiran kecil yang mudah menyebar.
Pengguna Pasir mendapat keuntungan besar di gurun, pantai, reruntuhan kering, tanah rapuh, dan wilayah berdebu.
Jika Pasir tidak tersedia, pengguna dapat menghancurkan Tanah atau Batu menjadi butiran, tetapi proses tersebut membutuhkan Arka lebih besar.
Tingkatan Pasir
| Tingkatan Pasir | Karakteristik |
|---|---|
| Pasir | Menggerakkan Pasir, menciptakan debu, mengganggu penglihatan, dan membentuk lapisan Pasir |
| Ahli Pasir | Mengendalikan medan kering secara luas, membentuk badai Pasir, jebakan, atau tekanan butiran |
Pada tahap Pasir, pengguna dapat mengangkat Pasir, membuat gangguan visual, membentuk tirai Pasir, atau memperlambat gerakan lawan.
Pada tahap Ahli Pasir, kontrol menjadi lebih besar dan presisi. Pasir dapat digunakan untuk:
- mengikis;
- menjebak;
- menyumbat celah armor;
- mengganggu mesin;
- mengurangi penglihatan;
- mengganggu pernapasan.
Kelemahan utama Pasir adalah medan basah karena Air membuat butirannya menggumpal, bertambah berat, dan lebih sulit dikendalikan.
Risiko Pasir
Risiko utama Pasir adalah hilangnya kontrol terhadap butiran.
Pasir yang tidak terkendali dapat:
- melukai sekutu;
- mengganggu pernapasan pengguna sendiri;
- membuat lingkungan berbahaya bagi seluruh pihak.
Listrik
Listrik adalah elemen berkecepatan tinggi yang mengandalkan arus, refleks, daya kejut, dan serangan cepat.
Elemen ini efektif untuk serangan mendadak dan penguatan gerak tubuh.
Pengguna Listrik dapat menghasilkan listrik melalui Arka dari tubuhnya sendiri dan tidak membutuhkan badai atau sumber listrik alami.
Namun, hujan, logam penghantar, sumber listrik, atau awan bermuatan dapat membuat penggunaan Listrik lebih kuat dan hemat.
Tingkatan Listrik
| Tingkatan Listrik | Karakteristik |
|---|---|
| Percikan | Listrik dasar untuk menyetrum, meningkatkan refleks, dan mempercepat gerakan |
| Kilat | Aliran Listrik lebih stabil, gerakan lebih cepat, dan serangan lebih kuat |
| Petir | Output Listrik besar, serangan kuat, dan potensi memanfaatkan petir alami dalam kondisi tertentu |
Pada tahap Percikan, pengguna dapat menyetrum lawan, memperkuat pukulan, meningkatkan refleks, atau menyalurkan Listrik dalam jumlah kecil ke senjata.
Pada tahap Kilat, pengguna mampu bergerak lebih cepat, menyerang beberapa target melalui medium penghantar, dan menghasilkan serangan Listrik yang lebih stabil.
Pada tahap Petir, pengguna mampu melepaskan output Listrik besar.
Dalam kondisi hujan atau keberadaan awan bermuatan, pengguna tingkat tinggi dapat memanfaatkan petir alami, tetapi tindakan tersebut sangat sulit dan berisiko.
Pengguna Listrik tidak kebal terhadap listrik. Mereka hanya memiliki toleransi dasar terhadap aliran yang disalurkan sendiri.
Genangan Air, logam, medan basah, maupun kontrol yang buruk dapat membuat Listrik kembali mengenai pengguna.
Risiko Listrik
Risiko utama Listrik meliputi:
- kejang otot;
- kerusakan saraf;
- mati rasa;
- gangguan jantung;
- luka bakar internal;
- kehilangan kendali motorik.
Cahaya
Cahaya adalah elemen dengan daya rusak besar yang dapat membentuk Cahaya menjadi benda padat sejak tahap awal.
Elemen ini sangat kuat, tetapi membutuhkan Arka dan Stamina dalam jumlah besar.
Pengguna dapat menciptakan Cahaya melalui Arka dan tidak harus berada di wilayah terang.
Namun, sumber Cahaya kuat seperti matahari, lampu, Api, pantulan Cahaya, atau energi bercahaya dapat membantu mengurangi kebutuhan Arka.
Tingkatan Cahaya
| Tingkatan Cahaya | Karakteristik |
|---|---|
| Cahaya Dasar | Kilatan, sinar, Cahaya sederhana, dan bentuk Cahaya padat awal |
| Cahaya Padat | Membentuk senjata atau pertahanan dari Cahaya yang memiliki bentuk fisik |
| Cahaya Murni | Cahaya menjadi lebih efisien, stabil, dan kuat dalam bentuk padat |
Pada tahap Cahaya Dasar, pengguna dapat menghasilkan kilatan, sinar, dan bentuk sederhana. Cahaya sudah dapat mulai dipadatkan pada tahap ini, tetapi sangat boros.
Pada tahap Cahaya Padat, pengguna mampu membentuk pedang Cahaya, duri, perisai, maupun proyektil yang memiliki bentuk fisik.
Pada tahap Cahaya Murni, bentuk Cahaya menjadi lebih stabil dan efisien. Pengguna mampu mempertahankan senjata Cahaya lebih lama dan bergerak lebih cepat dengan kontrol yang lebih baik.
Cahaya juga memungkinkan gerakan cepat, tetapi penggunaan tersebut sangat menguras Stamina.
Pengguna Cahaya kuat dalam ledakan kekuatan singkat, tetapi dapat lebih cepat mengalami kelelahan dalam pertarungan panjang.
Risiko Cahaya
Risiko utama Cahaya meliputi:
- kelelahan ekstrem;
- gangguan penglihatan;
- kerusakan saraf;
- melemahnya tubuh;
- beban Stamina yang besar.
Kegelapan
Kegelapan adalah elemen yang mengandalkan bayangan, penyamaran keberadaan, penguatan tubuh, dan manipulasi ruang gelap.
Elemen ini sangat efektif untuk penyergapan, pertarungan malam, serta pergerakan tersembunyi.
Pengguna Kegelapan dapat menciptakan atau memadatkan Kegelapan melalui Arka dan tidak selalu membutuhkan malam atau bayangan.
Namun, penggunaan menjadi jauh lebih hemat dan kuat di tempat gelap, malam hari, atau wilayah yang memiliki banyak bayangan.
Tingkatan Kegelapan
| Tingkatan Kegelapan | Karakteristik |
|---|---|
| Kegelapan Dasar | Keberadaan samar, penguatan tubuh, dan penyamaran awal |
| Bayangan | Memasuki bayangan, bergerak melalui wilayah gelap, dan menyerang dari titik buta |
| Rekayasa Kegelapan | Membentuk Kegelapan menjadi serangan, perangkap, senjata, atau penguatan tubuh yang lebih tinggi |
Pada tahap Kegelapan Dasar, keberadaan pengguna menjadi lebih sulit dirasakan, khususnya pada malam hari atau di tempat gelap.
Tubuh pengguna juga dapat menjadi lebih kuat dibandingkan manusia biasa.
Pada tahap Bayangan, pengguna dapat masuk ke dalam bayangan, menyamarkan posisinya, dan menyerang dari area gelap.
Namun, bayangan bukan tubuh pengguna. Apabila tubuh sebenarnya terkena serangan, pengguna tetap mengalami luka.
Pada tahap Rekayasa Kegelapan, pengguna dapat membentuk Kegelapan menjadi senjata, perangkap, atau penguatan tubuh yang lebih besar.
Salah satu kemampuan berbahaya dari Kegelapan adalah penggandaan kekuatan tubuh.
Pengguna dapat meningkatkan kemampuan fisik dan inderanya, tetapi pemaksaan berlebihan memiliki konsekuensi berat.
Risiko Kegelapan
Risiko utama Kegelapan meliputi:
- kelelahan berkepanjangan;
- kerusakan tubuh;
- Kikis Aura;
- kematian jika penguatan tubuh dipaksakan secara ekstrem.
Alkimia
Alkimia adalah elemen atau sistem kekuatan yang berfokus pada penciptaan, pembentukan, perakitan, dan penguraian benda.
Alkimia tidak selalu digunakan untuk menyerang secara langsung. Fleksibilitasnya sangat bergantung pada pengetahuan dan kreativitas pengguna.
Pengguna dapat membuat benda tanpa bahan baku, tetapi kebutuhan Arka menjadi sangat besar.
Apabila bahan telah tersedia, kebutuhan Arka dapat berkurang secara signifikan. Beban Stamina tetap bergantung pada kompleksitas benda yang dibuat.
Tingkatan Alkimia
| Tingkatan Alkimia | Karakteristik |
|---|---|
| Alkimia Pemula | Membuat benda sederhana seperti pisau, tombak, perisai kasar, alat dasar, atau struktur kecil |
| Pembuat Menengah | Membuat benda yang lebih stabil, senjata lebih rapi, alat fungsional, atau struktur lebih kuat |
| Pembuat Pakar | Membuat benda kompleks, mekanisme presisi, senjata khusus, atau alat teknis |
| Pengurai/Penghancur | Membongkar, merusak, atau menghancurkan struktur benda melalui pemahaman terhadap susunannya |
Pada tahap Alkimia Pemula, pengguna dapat membuat benda sederhana dengan bentuk dan fungsi yang mudah dipahami.
Pada tahap Pembuat Menengah, benda yang diciptakan menjadi lebih stabil dan lebih berguna untuk pertarungan maupun kehidupan sehari-hari.
Pada tahap Pembuat Pakar, pengguna mampu menghasilkan benda kompleks dengan kebutuhan pemahaman teknis yang lebih tinggi.
Pada tahap Pengurai/Penghancur, pengguna tidak lagi hanya menciptakan benda, tetapi juga dapat membongkar atau merusak struktur benda lain.
Alkimia sangat bergantung pada pengetahuan pengguna.
Jika pengguna tidak memahami benda yang ingin dibuat, hasilnya dapat mengalami kegagalan fungsi. Kegagalan tersebut tidak selalu berarti benda sama sekali tidak terbentuk. Benda dapat tetap muncul dalam keadaan:
- rusak;
- tidak stabil;
- tidak dapat digunakan;
- berbahaya bagi pengguna.
Risiko Alkimia
Risiko utama Alkimia meliputi:
- gagal bentuk;
- ledakan struktur;
- Overload Arka;
- kelelahan ekstrem;
- kerusakan tubuh akibat proses yang tidak stabil.
Risiko Umum Kekuatan Dasar
Meskipun disebut Kekuatan Dasar, seluruh elemen tetap dapat melukai penggunanya apabila digunakan secara berlebihan atau tidak stabil.
| Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Arka terkuras | Pengguna kehabisan Arka Aktif dan tidak mampu menggunakan kekuatan secara normal |
| Stamina melemah | Tubuh tidak mampu menahan tekanan penggunaan kekuatan |
| Efek balik | Elemen berbalik melukai pengguna |
| Cedera Jalur Arka | Jalur energi mengalami kerusakan akibat tekanan berlebihan |
| Kikis Aura | Aura melemah akibat pemaksaan kekuatan |
| Kehilangan kontrol | Elemen menyebar, pecah, atau mengenai sekutu |
Toleransi terhadap elemen sendiri hanya memberi perlindungan dasar agar pengguna dapat menyalurkan kekuatannya.
Toleransi tersebut tidak memberikan kekebalan mutlak dan tidak menghapus risiko akibat penggunaan berlebihan.
Kekuatan Dasar menjadi fondasi bagi perkembangan elemen selanjutnya. Penguasaan tahap ini menentukan seberapa baik seseorang memahami bentuk kekuatannya, batas tubuhnya, serta cara menyalurkan Arka tanpa merusak dirinya sendiri.

